26 Mei 2012. Berawal dari keputusan untuk menyendiri.
Saat ini aku duduk di sebuah gazebo
politeknik negeri malang, remang lampu taman, disini sedang ada pesta
pernikahan di aula pertamina. jalan menuju ketempat itu dipenuhi cahaya api
kecil indah, di kiri dan di kanan. aku berpikir, bahwa inilah cara manusia
menambah nilai untuk pernikahan itu. Semuanya bermula baik-baik saja, sampai
dimana ada seorang anak kecil berlalu didepanku,. Aku memperhatikan dia, dia
menghampiri salah satu api yang mati tertiup angin , lalu ia menghidupkannya ,dia
terus memeriksa sepanjang jalan, dia tidak sedang bermain.dia bekerja.
Disaat banyak tamu-tamu mulai
berdatangan, dengan bercanda , dengan anak-anaknya yang disempurnakan bajunya,
dipenuhi semua keinginannnya, memeluk ibunya sambil berjalan, aku melihat anak
tadi terus memeriksa. Disaat banyak anak-anak yang lain menikmati keramaian
sebuah acara besar dikota malang, makan apa yang mereka senangi, Aku masih
melihat anak tadi berjalan memeriksa, dia tidak sedang bermain, ia merasa
bertanggung jawab. Aku ingin dia segera menghilang dari mataku, atau aku yang
pergi dari sini.
Lindungilah dia, anugrahi dia.
Terimakasih atas apa yang kamu beri
untukku, kau mengikis sombong akan dunia
ini, kau menyederhanakan aku, bukan sesorang yang menjual harga dirinya untuk
megah, bukan seseorang anak yang beringas dibawah selangkangan bapaknya, kamu
lebih baik dari mereka, doakan aku berdaya
untuk memilikimu kelak.
Aku berharap kamu pulang jika kedinginan seperti itu,
Baiklah, aku yang pergi, aku tak mampu untuk tetap disini……