Manusia adalah tempatnya salah.Seberapa setujukan anda dengan kalimat itu?.Banyak diantara kita yang salah mengartikan,kita sungguh berani mengatakan itu,padahal kesalahan yang kita lakukan adalah yang kita sengaja,kita niatkan bukan karena khilaf.Sungguh seberapa bodohnya kita.Jika saja kita tahu bahwa sesungguhnya kita tercipta dengan kesempurnaan hati nurani disitulah semua kebenaran berada,tergantung seberapa kuat kita mendengar hati nurani kita masing-masing.
Dan dari hati nurani itu,kita akan mendengar kata,” Bersyukurlah”.Memang benar bersyukur kepada Sang penciptanya adalah hal penting dalam kehidupan kita,Tuhan memciptakan kita dengan otak misalnya adalah untuk berpikir,menemukan sebuah pemikiran yang menuju kebenaran.Dengan mensyukuri otak yang ada di kepala kita,kita akan dapat memikirkan apakah fungsi tangan yang benar,fungsi kaki yang benar,dsb.
Kita juga harus mensyukuri keadaan kita sekarang,misalkan saja kita masih di beri kesempatan untuk menuntut ilmu,gunakanlah itu dengan sebaik-baiknya,ciptakanlah impian tertinggi kita.Dan untuk mewujudkan impian kita itu,hal yang pertama yang kita lakukan adalah berkeyakinan.manusia bisa meraih apapun jika dia mempunyai keyakinan yang kuat untuk itu,kalau dalam bahasa lain kita mengenal sugesti.karena dengan keyakinan dapat memunculkan semangat.Semangat untuk bekerja keras dan sikap-sikap lain yang menunjang impian kita.
Membicarakan bersyukur,saya jadi teringat dengan Lina, bocah SD yang mengamen disalah satu perempatan di kota malang,dia mengamen setelah pulang sekolah,bapaknya tukang becak.Saya sempat bertanya kepadanya,berapa dan buat apa saja uang yang dia dapat ngamen hari ini,betapa kagetnya saya setelah mendengar jawabanya,”Buat tambah Bayar sekolah”dengan bibirnya yang biru kedinginan,karena hari itu memang sedang hujan.
Dan membicarakan Tuhan,Keyakinan,dan Lina,saya punya pengalaman yang tak ada salahnya jika saya bagi dan semoga dapat membuat kita berpikir.
Tangal 1 januari 2010.Malang diguyur hujan lebat,jalan-jalan di punuhi air layaknya sedan dilanda banjir,sekitar jam 2 siang hujan pun masih lebat,saya memulai perjalanan dari MOG menuju ke Sengkaling tapi lewat sigu-gura karena jalan utama macet total,itu dikarenakan banyak orang yang pulang merayakan tahun baru. Di jalan sigura-gurapun dipenuhi mobil dan motor yang saling berdesakan.Lalu saya memutuskan berteduh di sebuah masjid didekat tembusan Tlogomas,sekalian menunggu petir mereda.Disitu saya baru menyadari kalau Hp saya jatuh,dan dimana itu sayapun tak tahu,yang saya tahu, tadi sebelum berangkat saya masukan di saku celana setelah saya pakai untuk sms.Sekarang pertanyaanya apakah mungkin Hp itu akan tertemukan lagi?mungkin sudah diambil orang,terseret air ke got,begitu kecil harapan untuk menemukannya dan walaupun ketemu masihkah bisa digunakan?atau sudah terlindas kendaraan yang berlalu lalang disitu,yang jelas air sudah menelannya.
Tapi mengapa keyakinan saya untuk menemukannya begitu besar,tanpa berpikir panjang saya memutuskan untuk kembali menyusuri hujan dan jalan yang saya lewati tadi.Sebelum roda berputar hati saya sempat mengatakan,”Tunjukan kebesaranMU kepadaku dan jika itu dapat kutemukan,akan kubagi rizkiku dengan pengamen disana”. Akhirnya sayapun berangkat mencari di jalan belasan kilometer itu.Seiring roda berputar,tak terasa saya sudah tiba di depan MOG,dan tak mendapatkan apa-apa,tapi mengapa keyakinan ini begitu kuat?sayapun tak berhenti berasa.saya kembali menyusurinya lagi,”Bismillahirahhmanirahim,Tunjukan kebesaranMU”,itu yang selalu kugumamkan.Sampai akhirnya ditengah perjalanan,saya menyalip orang yang bersepeda,dan beberapa detik sesudahnya,mata saya melihat Hp yang saya sangat yakini itu terseret air ketengah jalan,tepat ditengah,seperti dia ingin menemui saya.Saya sempat merinding memegangnya .
Kenapa mata ini juga terlihatnya?mulai saat itu sampai sekarang itulah yang belum ku mengerti,yang jelas Hp itu masih bisa saya gunakan sampai sekarang,dan inilah yang membuat saya bertemu dengan Lina.
Sulit bagi saya mengatakan ini adalah sebuah kebetulan,terserah anda menjawab,apakah itu karena Tuhan saya,Keyakinan saya,ataupun karena janji saya untuk Lina.Tapi mulai hari itu,Keyakinan ini menyimpulkan satu hal bahwa hidup ini harus selalu berkeyakinan,bertujuan baik,dan meyakini Tuhan itu benar-benar ada.
Saya tak menginginkan anda percaya,karena kalian memang tak merasakannya.Ini adalah pengalaman yang sederhana dan tak mungkin juga saya berdusta dengan membawa nama Tuhan di dalamnya karena tujuan saya menuliskan ini adalah agar saya belajar mempertanggungjawabkan apa yang saya tulis,sehingga itu membuat saya jadi lebih baik.