Senin, 14 November 2011

cinta seperti membunuh

Terinspirasi dari sebuah kisah nyata…..

SAAT CINTA SEPERTI MEMBUNUH…
Letna kolonel Thomas sudah mati diantara yang hidup,menjadi bangkai yang bernapas untuk keluarganya,Diana kekasihnya harus menusuk Thomas saat dalam keadaan lemah.
Dalam kematian itu, ia selalu mencaci Tuhan,tak mengikhlaskan  yang  hilang,,Tuhan begitu jahat,begitu kejam,,mengambil semuanya.Ia mulai melupakan Tuhan, dan hari-harinya..
Bukankah Alloh SWT maha mendengar dan maha menjelaskan??
Lewat air laut di Nanggroe Aceh Darussalam DIA menitipkan pesan untuk Thomas,”AKU hanya mengambil sedikit  darimu”,,Thomas menerima pesan itu,ia terperanjat menangisi semuanya.,,dan akhirnya ia hidup kembali..
Tetapi setelah itu ,, Thomas malah memilih jalan yang membuat keluarganya benar-benar pilu,,,yang membuat mereka selalu bertanya-tanya hanya lewat angin…
 “Thomas,,sebenarnya masihkah kau  hidup?atau  benar-benar sudah mati?? “
Pertanyaan besar, yang belum sempat terjawab..

Dan dari sinilah cerita Thomas dimulai….

Semarang, Indonesia. 24 Maret 2003
Pukul 07.00 wib,hawa dingin pagi masih enggan meninggalkan selembar tanah  yang penuh  dengan kehangatan masyarakatnya,JAWA TENGAH.Semua mulai menggeliat lagi,harapan mulai dibentangkan,rencana-rencana di benak manusia akan segera dijalankan.
Lekas menampak jejak-jejak kaki musafir bumi di permukaannya,terlihat menghapus sisa-sisa butir embun yang mencoba bertahan.Semut-semut beroda telah menyusuri jalannya untuk berlari menuju tujuan yang berbeda satu sama lain,dan para pencari ilmu pun sudah memasuki tempat yang sepantasnya mereka berada,tempat mereka mendapat.
”Penghormatan pasukan kepada sang  merah putih…”
Suara perempuan itu seperti menyambut matahari yang  juga sedang menunaikan tugas,menerangi dan menaungi,memberi kekuatan umat manusia,dan semua makhluk yang menunggu.
Kepadaaa… sang merah putih,hormat senjataaaa….graak!!”,
Dengan nada yang memerintah, terdengar begitu gagah, sangat gagah untuk menghancurkan anak-anak bangsa yang ingin mengkhianati ibu pertiwinya,mencoba berlari dari saudaranya,dan mulai berani melawan para pelindungnya.
















Walaupun nada-nada yang tak berlafal menyanyikannya,tapi semua mengenang lagu ini.Sebuah lagu yang memiliki semua nyawa manusia yang hidup di negeri ini, yang mampu meneteskan air mata,semangat,dan menjadi lambang dari sebuah jati diri yang agung untuk tanah air Indonesia raya,benar-benar raya.
”Teeegaaak . .grak!!”.
Merah putih telah sampai ditempat tertinggi untuk berkibar-kibar menantang angin langit hari ini,seperti ingin memperlihatkan kepada semua mata yang menatap,semua hati yang memiliki,bahwa Indonesia adalah negara yang begitu besar,disegani dan tempat bersemayamnya pejuang-pejuang terbaik dunia,dan disini,di negeri ini,darah pejuang masih tetap dan terus mengalir untuk selama-lamanya.
Seiring semakin tinggi suhu,dan sudut derajatnya matahari pagi ini,si badan-badan tegap telah mengakhiri ritual wajibnya,ritual pengabdian kepada negara mereka. Hari senin telah dibuka dengan apel pagi di KODAM Diponegoro,Semarang.
“Tadi Pangdam sudah  berkata,.GAM mulai berulah lagi,mereka kelihatannya sudah membulatkan tekad”,Letkol Thomas mengawali percakapan,
Memang bedebah-bedebah itu banyak maunya,mereka anggap dirinya siapa,,hanya anak-anak bodoh,yang sudah terjerumuskan ”, salah satu pasukannya mengimbangi dengan kebencian yang sangat dari lubuk hatinya dan yang paling dalam.
Sambil kedua tangan,kedua mata dan otaknya terus sibuk mengemasi barang-barang yang akan mereka bawa,satu pleton pembela negara itu tak henti-hentinya menghujat,mencaci,para anak-anak durhaka,yang sudah menjadi  musuh-musuh  bangsa,musuh-musuh mereka.
”Andai saja ku bisa membunuhnya satu persatu, kerena tidak ada kehidupan bagi penghianat bangsa seperti mereka”,gerutu Kapten Daniel.
”Janganlah kamu selalu menyalahkan mereka,karena seekor kuda pun akan berjalan mengikuti perintah orang yang membawa cambuk di belakangnya,iya kan?,jadi salahkanlah yang membawa cambuk itu”,Letkol Thomas mencoba menengahi,kebijaksanaan seorang pemimpin akan selalu terasakan,
”Tapi setidaknya mereka memahami apa yang mereka perbuat sekarang,yang mereka inginkan adalah konyol,apakah dengan aceh berdiri sendiri mereka mengira akan hidup?apakah mereka buta tentang Timor leste ?”
Lamunan para prajurit itu sedang melompat jauh,memutar waktu,mengingat-ingat kembali kejadian lampau yang membuat bangsa Indonesia bergejolak,bagaikan ibu yang ditinggalkan pergi anak tak berbakti,sungguh tersakiti hatinya. Dan saat ini,waktu terulang kembali dalam keadaan yang sama.
“Sudahlah Bang,isi tasmu itu!,semakin cepat,mungkin suatu saat  nanti kau akan semakin cepat mengembalikan mereka pada pertiwinya,mengerti bang!”sela Thomas, yang lebih suka memanggil Kapten Daniel Abang karena dia menganggap Daniel sebagai kakaknya,walaupun Thomas adalah seorang komandan saat ini.
”Siap,Dan”,Daniel mengikuti perintah.
”Semua sudah siap..???”,dengan begitu keras bergemuruh di langit-langit asrama,Letkol Thomas menjalankan tanggung jawabnya sebagai komandan batalyon.
“SIAP!!!!”
”Dengan kerendahan hati kita semua,marilah sebelum berangkat latihan ,kita awali dengan berdoa sesuai dengan agamanya masing-masing,berdoa. mulai!” ,perintah yang sungguh sejuk untuk menyiram api kebencian yang sedang berkobar-kobar di hati-hati mereka,dan juga untuk  permohonan keselamatan kepada Tuhan.
Berdoa selesai”.TUHAN sudah mendengarnya,tinggal memutuskan untuk memberikan atau tidak apa yang baru saja hamba-hambaNYA mohonkan.
Besok adalah latihan gabungan antar corps militer  yang diadakan TNI-AD di kalimantan timur ,tentu saja untuk meningkatkan kesigapan semua pasukan di dalamnya,yang akhirnya juga bertujuan untuk pengembalian stabilitas keamanan negara yang mulai terusik seperti pada saat ini,walaupun tak disini,di ujung nan barat,Nanggroe Aceh Darussallam.Hari ini semua anggota mempersiapkan diri dan apa yang akan di bawanya selama latihan gabungan besok,setelah persiapan selesai,semua anggota tim yang ditugaskan mengikuti latihan segera menuju pesawat NOMAD milik TNI-AU untuk segera berangkat.
Text Box: NOMAD 23.11786.92-TNI-AU 

Dengan sayap yang selalu mengepak lebar,kegagahan dan kejantanan burung itu tak terelakkan sedikitpun,tapi semua tahu,sungguh burung yang tak muda lagi,harus dipaksa dan terpaksa terbang tinggi,melawan terpaan angin,matahari,gravitasi,dan umurnya sendiri.Apakah para majikannya terlalu sayang kepadanya,sehingga masih mempergunakan jasanya?mungkin benar,sayang untuk memperistirahatkannya.Atau mungkin salah?dia pun juga tak mengerti,yang dia mengerti adalah sudah banyak kawan-kawannya yang mati disaat terbang.Dan yang jelas hari ini dia juga harus terbang ke Kalimantan timur,semoga saja dia masih hidup sampai tiba disana.
Kakinya mulai berputar,cepat dan semakin cepat.Burung baja itu sudah melompat tinggi ke udara,semakin tinggi,dengan beban berat di perutnya,banyak nyawa didalamya.Dan akhirnya LetkolThomas dan pasukannya berangkat diantar burung kesayangannya itu.Berangkat dengan semangat yang sangat,kesungguhan yang sungguh,dan  lindungan doa-doa yang baru saja mereka panjatkan.
Kalimantan timur,Indonesia. 07.00 AM.
Latihan gabungan hari ini di buka dengan apel pagi sekaligus pengarahan-pengarahan pokok untuk latihan ini.
”Berlatihlah dengan sungguh-sungguh,karena sekarang keutuhan Indonesia sedang di uji,dan saya harap kita semua dapat menghentikan gangguan itu”, setidaknya itulah yang di amanatkan untuk Thomas dan rekan-rekannya,dari panglimanya. Latihan telah dimulai,
Suasana medan sangat rimba,dengan julangan pohon-pohon yang tak muda lagi,rumput-rumput yang telah tinggi,dan tanda-tanda kemiliteran yang terpasang bisu,mereka harus berteman akrab dengan itu semua.Lakukanlah yang terbaik untuk negara,belantara ini harus kulewati dengan baik,Itulah yang mungkin mengendap di benak-benak semua prajurit saat ini,mereka harus berlari demi sebuah tujuan,merangkak untuk keselamatan,dan menembak untuk sebuah kemenangan.
Wave:    LEBIH BAIK MANDI KERINGAT DI MEDAN LATIHAN,
DARIPADA MANDI DARAH DI MEDAN PERTEMPURAN. 


Itulah kata yang banyak terukir di sudut-sudut markas ataupun di barak-barak TNI,apakah ini telah menjadi bisikan semangat gaib mereka?,hanya mereka yang dapat mengetahui,dan hanya mereka yang dapat merasakan kebenarannya.
”Elang,bergerak di 266 derajat,laksanakan!!”
Perintah dengan suara yang memburu dari Letkol Thomas,beradu dengan suara derap kaki-kaki mereka.
”Siap laksanakan!”
”Kumbang,ikuti elang”
.Mereka bergerak dengan cepat,sesuai yang diinstruksikan komandannya,melangkah dengan naluri mereka.
Target ada di depan kalian,target sudah terkunci”,
Bola mata yang tajam itu lebih mereka tajamkan,pada satu yang mereka tuju,senapan sudah terangkat,,genggaman yang mereka kuatkan untuk sebuah keyakinan,ketenangan ialah sesuatu yang mutlak,dan jari telunjuk adalah hakim yang selalu siap dan bersemangat untuk menghabisi.
”Tembaak!!”

“Dorr,,Dorrr”….Suara itu begitu kejam, menakutkan bagaikan palu peradilan terakhir yang dijatuhkan untuk seorang yang bersalah,begitu keras keseluruh penjuru hutan,sekeras dentuman-dentuman  lain yang mengikutinya,dan peluru-peluru tak bermata itu melesat menghancurkan apa saja yang ada di depannya.seperti domba-domba yang dilepaskan gembalanya.
”Baguus…,tembakan mengenai target,target sudah dapat dilumpuhkan”.
Diantara suasana mencekam dengan letusan-letusan bagai detak-detak jarum-jarum jam berdetik ini,terselip sedikit,sangat kecil,sebuah kebahagiaan,,,,,kebahagiaan itu adalah dapat menembak mati target,yang hanya sebuah patung yang tak bernyawa belaka.Dan bagaimanakah jika target yang ditembak mati hari ini,suatu saat nanti adalah saudaranya sendiri?masih adakah kebahagiaan kecil tadi mengapung di hati prajurit-prajurit itu?sungguh kenyataan yang keterbalikan,kenyataan teramat memilukan.Tapi itu mungkin akan benar-benar terjadi, mereka sudah menyadarinya, dan telah mempersiapkan hatinya.
Senyum lebar yang penuh beban nampak menghiasi wajah-wajah mereka.mengiringi  mereka menyelesaikan latihan hari ini.Terima kasih ya Alloh,semua sempurna,Thomas telah mensyukurinya. Komandan Thomas dan pasukannya memang sudah cukup menguasai dalam saat-saat seperti ini.Apa yang baru saja mereka lakukan hanyalah sebuah latihan,tapi suatu saatnya nanti mereka pasti akan mengulangnya dalam kenyataan utuh,yang bertaruhkan nyawa-nyawa di badan,tak ada patung,tak ada tanda,yang ada hanyalah naluri menembak dan tak tertembak,itu pilihan diri-diri mereka sendiri.
“Bang, tembakanmu sangat bagus,aku kagum padamu,kau sering latihan bang?”,puji Thomas.
”Ah,ndak juga Dan,itu tergantung konsentrasi dan ketenangan pikiran saja”jawab Daniel.
Apa Bang  yang ada di benakmu saat itu?sehingga bisa setenang itu dalam bidikanmu?”Thomas memburu.
”Aku hanya memusatkan pikiranku diantara negara dan keluargaku,aku berjuang demi mereka”
”Apa aku harus berkeluarga dulu untuk menjadi penembak sepertimu Bang?”,dengan senyumnya yang penuh keingintahuan Thomas coba mendalami alasan Daniel,
”Mungkin saja Dan,karena Tuhan menciptakan kita berpasangan agar kita tentram , dan ketentraman itu sebagian diantara senjata seorang tentara untuk menghadapi apapun”
Daniel meyakinkan komandannya,walaupun semua tahu,mana ada prajurit perang yang tentram hatinya,ketidaktetraman adalah musuh paling menakutkan yang pertama harus mereka lawan.Memang Danyon Thomas adalah salah satu prajurit  yang belum bersandingkan istri di kehidupannya,seharusnya dengan pangkat letnan kolonel,dia tak begitu sulit menemukan seorang wanita untuk diperistri jika dilihat dari segi kemapanan,tapi bagaimana dengan segi kemantapan?hanya dipikirannyalah ada jawaban, dan dihatinyalah banyak alasannya.Gurauan-gurauan sarat makna yang baru saja berlalu,telah mengaburkan suasana-suasana menegangkan yang baru saja mereka lalui dari benak mereka.
Letkol Thomas Abdi Susanto adalah sulung dari keluarga sederhana Kuncoro Susanto,lahir di Semarang,tiga puluh satu tahun silam,Dia adalah lulusan AKADEMI MILITER Magelang ,dan dia didinaskan di KODAM Diponegoro,Semarang. Dengan usianya sekarang,sebenarnya sudah cukup siap untuk menjadikan seorang perempuan jadi istrinya,tapi kesulungannyalah yang mampu memantapkan dirinya untuk tidak melangkahkan dulu kakinya ke dalam sebuah perkawinan,tanggung jawab untuk dua adiknya adalah alasan terbesar.Thomas sesungguhnya telah mempunyai pasangan hatinya,dialah Diana Dewi,adik kelasnya waktu SMA dulu yang dipertemukan oleh Tuhan mereka,di reuni akbar sekolahnya empat tahun yang lalu.
Berawal dari itu,keakraban telah membukakan, kekaguman telah mendekatkan,dan pernyataan dari sebuah perasaan adalah titik awal untuk dimulainya sebuah hubungan,hubungan yang paling muda dari cinta.Setelah itu,hari-hari yang indah yang terlalui dengan perasaan dua hati manusia yang sangat saling mengagumi,mecintai dan melindungi.
Kamis pagi,udara masih tetap terasa dingin,walaupun matahari telah membagi sinarnya tapi kekuatannya masih belum mampu mengalahkan sepenuhnya,daun-daunpun masih terbalut embun dingin yang jahat.Halaman KODAM yang selalu bersih itu juga belum terlalu banyak lalu lalang penghuninya.Tapi di dalam ruang jaga,nampak dua prajurit yang sudah kembali dari LATGAB di Kaltim kemarin,duduk-duduk  santai,bercakap hangat,kehangatannya nampak melebihi rekan,lebih terlihat dua  yang bersaudara.
Memang Thomas adalah teman baik Daniel,sangat baik.Mereka kenal sejak Thomas di tempatkan di situ,Daniel lebih tua setahun dari Thomas tapi karir keprajuritannya tak secemerlang Thomas,tapi karier percintaannya keterbalikannya dari itu,Daniel sudah mempunyai satu anak..Seringnya dan lamanya pertemuan mereka membuat satu sama lain semakin dekat,kedekatan itu seperti seorang adik dan abangnya,dan hari inipun juga mereka sama-sama memiliki jadwal piket yang sama.
GAM sudah benar-benar menyerang Bang,kemarin kontak senjata di bireun,ada juga yang di Banda aceh,kemarin kulihat berita itu di televisi,apakah mereka benar-benar ingin memujudkan keinginannya itu?”,
”Nampaknya memang begitu,mereka tetap keras kepala,seharusnya pemerintah cepat memberikan intruksi untuk  menghabisi mereka jangan hanya menunggu kalau mereka menyerang,agar tak ada lagi korban dari warga sipil”terang Daniel.
”Pemerintah masih mengupayakan damai Bang”,imbuh Thomas,
Halah,,,itu akan membuat mereka lebih merasa bahwa pemerintah telah mengakui keberadaan mereka….”,
Daniel yang begitu sinis mencoba mengeluarkan pemikirannya yang mungkin begitu sama dengan pemikiran sebagian besar rakyat Indonesia,khususnya Aceh,yang tak tahan lagi melihat darah mengalir,tak rela mendapati saudaranya mati karena peluru nyasar dan salah tembak,rasa ketakutan akan suasana dan amunisi-amunisi itu,dan yang jelas,ketidakinginan mereka lepas dari Negara tercinta ini.
”….Atau pemerintah sekalian menuruti saja keinginan mereka untuk merdeka,dan kita tinggal melihat apakah mereka akan bisa hidup?.....aku tidak yakin”.Daniel menambah usulnya.
Tidak bisa begitu Bang,Maluku dan Papua mungkin menjadi yang pertama dan kedua yang mengikuti GAM,mau jadi apa negara ini”.


Wave: BERPIKIR DAN BERBUAT AGAR NKRI TETAP UTUH



Itulah yang mungkin sering di ilhami Thomas ketika menjelang tidur saat dia barak dulu.Perintah itu banyak tertulis di dinding-dinding barak TNI,lagilagi perintah ghaib Sang prajurit.
“Kriiing,kring….” Handphone milik Thomas berdering disaku dadanya,
”Sebentar Bang”,lalu bergegas menjauh beberapa langkah dari Daniel,ibu jarinya sudah tak sabar untuk mengetahui,ada apa dia telpon jam segini?inikan waktu dia berangkat kerja,Itulah pertanyaan di otak Thomas saat ini,
Halo sayang,ada apa?kok pagi sekali sudah telpon?”,
”Aku kangen,lama tidak ketemu”dengan nada yang begitu manja,seorang wanita menjawab di dalam telepon itu,jauh disana,yang  tiada lain adalah Diana dewi,pacar Thomas.
Cuma itu?kupikir ada yang penting, Aku sudah sering mendengar itu,tapi bagaimana lagi,aku banyak tugas saat ini,ternyata hati Thomas lebih dulu menjawab, tak dilahirkan oleh lidahnya . Memang untuk mempersiapkan diri mengikuti latihan gabungan selasa kemarin Thomas dan Diana dipaksa merelakan waktu mereka hampir sebulan untuk tak saling membagi kasih sayang mereka,tak saling memberikan pelukan terhangat mereka,terpisah karena tak menemukan waktu luang.
“Begitupun aku,melebihi apa yang kau rasakan saat ini….”,jawaban yang wajib Thomas katakan,”….tapi kan apakah harus sepagi ini kan telponnya?”,Dia melanjutkan,
Aku juga tak mengerti,perasaan ini tak mengenal waktu,tak peduli itu pagi,tengah malam,setiap saat”, jawaban yang tak kalah menyenangkan dari Diana,walau dia sedang tersiksa saat ini,tersiksa oleh perasaan rindu,
”Iya aku mengerti,tapi saat ini aku masih banyak tugas yang harus kukerjakan,ini tanggung jawabku pada Negara,tologlah mengerti,mungkin akhir pekan aku akan menemuimu.Tak terlalu lama kan?”
”Dan adakah tanggung jawab untukku?...”,suara Diana berubah sangat datar,menggambarkan bahwa diujung telepon yang lain,raut mukanya juga sangat berubah,”… dan waktu selalu terasa lama tanpamu,bahkan lebih lama,,,,tapi terserah kamu ,kapanpun kamu bisa,aku selalu menunggu”,ia menyelesaikan.  
Thomas tak bisa berkata apapun,sunyi mengosongkan telinga…Thomas merasa orang paling bersalah di dunia,terlalu lama meninggalkan kekasihnya.
aku juga menunggu cincinmu. Hati Diana menjerit di seberang sana.Sebuah ikrar yang sakral, harapan satu-satunya dari dalam hati yang paling dalam seorang wanita dewasa yang telah menjalin cinta,untuk segera menjalani pernikahan suci.
”Ya sudahlah,,,aku mau berangkat dulu”suara Diana terdengar lebih datar dan lebih putus asa. ”Halo..halo.?.sayang,sayang?”
Thomas mendapati wanita yang menelponya tadi telah menghilang sekarang,seiring nada yang berulang-ulang terdengar dari telepon genggamnya,Diana jangan siksa aku begini,ini karena tugas negara, kenapa kamu tak mau mengerti,kamu sudah bukan anak kecil lagi?,sesal hati Thomas,seakan-akan dia memberi pengertian pada kekasihnya itu,tapi itu tak ada gunanya karena Diana tak mungkin mendengarnya sedikitpun untuk saat ini.
Mengerti?siapa yang tak mengerti? bukankah sebenarnya yang tak mengerti adalah Thomas sendiri,dan bukankah sudah menjadi cara bagi para penjalin cinta,bahwa mencari-cari kesalahan pasangannya dan berpura-pura bersedih adalah termasuk jurus ampuh mendapatkan kemesraan yang lebih,lebih untuk diperhatikan,lebih untuk didengarkan,,mereka mengetahui itu cara yang menyakitkan ,tapi tetap saja melakukan,mengapa manusia tidak menggunakan jalan yang berbeda,mengapa manusia lebih suka menganiaya diri sendiri dan orang lain?,sebuah pertanyaan yang tak mampu dijawab manusia itu sendiri,mungkin juga itu yang dilakukan Diana pada Thomas saat ini.
            Langkah sayu diayunkan Thomas untuk kembali ke tempat semula bersama Daniel,
”Ada apa Dan,kok lesu begitu?”,
”Tidak apa-apa Bang”,mencoba menutupi,tapi mata dalam wajahnya menunjukkan bahwa dipikirannya ada sesuatu yang berat
”Sudahlaah….,aku menganggapmu lebih dari sekedar teman atau rekan kerja,aku tak ingin membiarkanmu,jika memang kamu ada masalah Dan”,mata Daniel tajam  menatap Thomas,
”Terima kasih Bang,ini pacarku, dia marah karena aku sudah terlalu lama tak menemui dia,apa dia tidak tahu kalau aku ada tugas?”
Suara dari bibirnya yang lebih pantas dikatakan sebagai sebuah penyesalan,pengungkapan seperti inilah  yang aku benci,mana malumu Thomas,kamu prajurit yang gagah,tak ada sejarahnya hancur karena wanita,hatinya pun bercerita untuk dirinya sendiri,
” Wanita memang begitu,jangan terlalu dipikirkan,, mungkin ini cara dia agar kamu cepat-cepat menemuinya”
”Tidak tahulah Bang,mungkin benar.Tapi aku tak ingin membuat marah seperti ini,aku sangat menyayangi dia Bang,ku ingin dia menjadi istriku kelak”.
”Berapa lama kamu berpacaran Dan,kok masih seperti itu hubungan kalian?”,Daniel tak begitu salah untuk heran
”Hampir empat tahun Bang,mulai setahun ini dia sering begini,dan inilah yang sering membuat bidikanku tak setepat bidikanmu”,
”Kenapa tidak langsung kamu nikahi saja? ,mungkin dia sengaja melakukannya agar cepat kamu lamar Dan?”semua orang mungkin menganggukkan kepalanya bila berada di tempat ini dan mendengar saran Daniel,
”Itu masalahnya Bang,aku belum siap,tidak gampang bagiku Bang untuk itu,adik-adikku masih dalam tanggung jawabku”,
”Tidak gampang pula Dan,mempertahankan wanita sebelum pertunangan…”sela Daniel.
…lihatlah burung itu...Burung sangat mudah hinggap pada sebuah pohon karena keteduhannya yang membuatnya nyaman,tapi apakah cuma itu yang membuatnya tetap berada disitu?,bukan Dan…..”,”…Jika di pohon itu tak ada kandang dan talinya,maka sangat mudah pula burung itu terbang kembali,dan hampir tak mungkin untuk hinggap disitu lagi”.
Thomas menatap jauh untuk  mencoba menemukan kebenaran perkataan abangnya yang baru saja,walaupun dia sudah tahu bahwa itu benar,Aku tahu itu,tapi tidak dengan Diana,dia sangat menyayangiku,tak mungkin dia akan pergi dariku hanya karena aku belum melamarnya.Perasaan dengan kepercayaan terhadap sebuah cinta yang tinggi,meninggi mengiringi matahari hari ini,di puncak dan sampai akhirnya merendah kembali untuk senja..
Alloh SWT memang menciptakan semua berpasangan jika manusia mau untuk mengetahui.Ada siang dan suatu saat akan malam,barat selalu berpasangan dengan timur, ada dingin yang menerangkan arti kehangatan.
Seperti halnya yang dialami cinta Thomas dan Diana, ada sedih ketika tak bertemu dan bahagia ketika bersama, tapi dengan kesedihan itu mereka harusnya merasa bahagia karena mereka memiliki cinta yang besar. Bahagia saat bersama,dan seharusnya pula mereka mengerti,bahwa mereka akan merasakan kesedihan karena suatu saat nanti pasti akan berpisah.
Semoga saja Thomas bijak untuk menjalaninya, tak terlalu hancur ketika mendapat kesedihan dan tak pernah lupa diri ketika bahagia,,,karena memang kebahgian dan kesedihan bukan penentu orang yang beruntung atau tidak beruntung,bukan penentu orang yang hina atau orang suci,kebahgiaan dan kesedihan hanya masalah waktu dan waktu adalah ciptaan Alloh yang tak melingkar,tak mungkin berulang untuk sebuah penyesalan manusia,tak terhenti untuk sebuah dilema cinta,tak dapat lebih cepat karena ketidaksabaran,dan mustahil untuk melambat menuju kematian manusia.
Minggu,30 Maret 2003.
Sayub –sayub terdengar suara  telepon genggam milik Diana yang bergetar,dengan tangan yang gemetar pula karena dingin masih tajam menyelimuti,dia meraihnya,
”Ya,sayang,ada apa?”Suara Diana yang datar dan  lemah,selemah dedaunan jam lima pagi.
”Hari ini,aku ingin melewatinya denganmu,aku tak tahan lagi untuk tak bersamamu,sayang bisa kan?”,pertanyaan dari Thomas yang penuh dengan keingintahuan sebuah jawaban
”Hari ini????”,
”Bukan hari ini saja,sampai aku tak menemukan hari lagi,aku ingin selalu melewatinya bersamamu”kata-kata itu membuat Diana tak dapat memalingkan dirinya dari ajakan kekasihnya,apakah benar yang diucapkannya?Diana hanya bertanya pada hatinya saja.
Apakah kamu masih ingin bertemu denganku?” kemarahan yang diperjelas oleh Diana.
”Jangan kau beginikan aku Sayang,Aku minta maaf atas semuanya…”,Thomas diam sejenak untuk menenangkan hatinya”….aku ingin mengajakmu ke tempat yang indah yang diciptakan Tuhan untuk kita,dan aku juga ingin menebus salahku,Jam tujuh aku sudah menjemputmu”.Thomas pun juga tak mengerti,dia meminta atau memaksa.
”Kemana ?”,tetap saja suara datar itu
”Tunggulah nanti aku akan beri tahu setelah kita bertemu”.
”Baiklah,jika itu maumu”,sebuah perasaan penasaran yang pasrah dari seorang wanita.
Hari ini, hari libur untuk Thomas sedangkan Diana Dewi adalah pegawai administrasi sebuah supermarket besar di semarang, yang masuk kerja mulai jam enam sore sampai jam sebelas malam,masih bisa untuk mereka gunakan mengunjungi salah satu dari puluhan tempat-tempat wisata di jawa barat yang memang sangat terkenal dengan keindahan-keindahan alamNya.Tapi dimana?beri aku satu jawaban..aku tak suka menunggu,aku sudah cukup menunggu itu yang selalu dipikiran Diana.kecerdikan Thomas memang tidak diragukan lagi,dia sengaja membuat Diana penasaran,agar marahnya terlupakan dan tak menolak ajakannya,lagipula Diana juga tak mungkin menolaknya,kesempatan bertemu Thomas,kekasihnya yang begitu ia sayangi.Ingat kemarahan adalah sebuah jurus ampuh.Diana telah  berhasil.
Di minggu yang cerah,pukul enam lewat lima puluh delapan menit,deru Honda Tiger milik Thomas terdengar berhenti di depan sebuah rumah yang tak begitu besar,bercat putih bercampur hijaunya daun-daun tanaman yang hampir memenuhi teras depan dari rumah itu,,.itu dia,benarkah itu dia?,Diana bertanya-tanya pada dirinya sendiri,dia mendekat di tirai jendelanya,ternyata benar,sedangkan Diana masih baru saja selesai mandi.
”Siapa Na?”Ibunya nampak penasaran dengan tamunya,
”Thomas Bu,dia mau ngajak Diana keluar”.
”Lha memang  mau kemana kalian?kok pagi sekali”
,”Aku juga belum tahu”Diana bergegas membuka pintu,dengan tatapan dingin yang penuh kepura-puraan.
”Maaf sayang,aku masih baru selesai mandi,sebentar ya?”.
”Kamu bagaimana sih sayang?,tadi sudah aku bilang jam tujuh kan?”Thomas nampak sedikit kecewa sambil turun dari motornya,maklum Thomas adalah orang yang sangat disiplin dengan apapun,termasuk waktu,sifat wajib seorang  prajurit TNI.
”Iya ya maaf,memangnya kemana sih kita?”
”Ya sudahlah,cepat sedikit, kita mau kepantai”Thomas mencoba bersifat sabar,karena tak ingin membuat kekasihnya lebih marah lagi,Oh Tuhan aku sudah cukup mengalah,lirih sekali di hatinya.
Kepantai?mengapa harus membuat aku penasaran segala”,,,Diana tampak tak tahu alasannya,lalu Diana segera masuk lagi kerumahnya untuk mempersiapkan dirinya dan semua yang ada pada dirinya.
”Eh..Nak Thomas,mari masuk.?”ibu Diana menyapa,dan begitulah seorang tuan rumah yang ramah.
”Terimakasih Bu,saya disini saja”,Thomas segera meraih tangan ibu Diana untuk menjabatkan tangannya,
”Silakan duduk kalau begitu.Maaf ,bapakmu juga baru saja pergi”imbuh ibu Diana,
Bapakmu?apakah aku sudah dianggap anak menantu?itu hanya sekejap melintas di otak Thomas,memang orang tua Diana sudah mengetahui hubungan putri tunggal kesayangannya dengan Thomas,tapi masih dalam sebatas kekasih,mereka tak mau terlalu mencampuri urusan cinta anaknya,karena anaknya sudah bukan remaja lagi,sudah terlalu bisa membedakan antara di kanan,tengah dan kiri,antara sesuatu yang panas, hangat dan dingin,walalupun mereka sangat berharap anak perempuannya untuk segera menikah mengingat umurnya yang benar-benar dewasa.
”Pergi kemana,Bu?”tangannya sambil memegang kursi kayu di depannya, lalu ia duduk,
”Kekantor, ada urusan yang mendadak katanya”,wajar memang,bapak Diana adalah seorang pegawai pos pusat di semarang,hari minggupun kadang masih harus masuk.
Mau minum apa nak?”ciri kota semarang yang menjujung tinggi kesantunan dan tamu tetaplah raja
”Tidak usah repot-repot bu,terimakasih,saya sekalian mau ijin ibu,saya sama Diana hari ini mau keluar”.Thomas telah mengikrarkan dirinya untuk bertanggung jawab penuh terhadap Diana,
Iya,hati-hati ya nak,ya sudah kalau begitu,ibu masuk dulu,masih repot didapur” terdengar lembut oleh Thomas persis suara anak perempuannya ,
”Oh silahkan Bu”sambil tersenyum lebar,semoga saja akan benar-benar menjadi ibu mertuaku,,,sebentar lagi.sebentar yang tak berukuran pasti.Keinginan yang sangat masuk akal dari Thomas,yang sekarang berganti menunggu,tapi bukan menunggu sebuah jawaban dari siapapun.
Lima belas menit telah berputar,lama sekali Diana,memang waktu akan terasa lambat untuk sesuatu yang tak menyenangkan,Thomas hanya menggerutu dalam hati,sambil memandang bunga-bunga di depannya yang seolah-olah menertawakan  kekalahanya.Memang Diana adalah seorang wanita yang utuh,dia suka memelihara bunga-bunga atau tanaman-tanaman lain,dan juga rajin merawatnya,sehingga semua tanaman miliknya tumbuh menjadi bunga yang cantik.
Krrreeek. . . .pintu itu terbuka,keluarlah ibunya dan Diana dengan jaket cokelat yang menghiasi paras menawan itu..Akhirnya keluar juga,aku sudah terlalu lama menunggu,,,,eh..tunggu, dia sangat cantik dengan jaket itu,Thomas  menyenangkan hatinya sendiri.
”Bu,kami berangkat ya?” sambil mencium tangan ibunya,lalu dilanjutkan Thomas,
”Hati-hati ya nak”penuh dengan doa tulus seorang ibu,karena doa seorang ibu memang menyelamatkan segalanya dan memang restu orang tua selamanya adalah restu Tuhan.Mereka lalu  berjalan menuju halaman tempat motor Thomas terparkir gagah,
”Tak sia-sia aku menunggu,karena aku baru saja melihat bidadari,dan bidadari itu sekarang bersamaku”,Diana hanya tersenyum mendengarnya.Senyuman termanis yang ia punya.
”Sebenarnya mau ke pantai mana sih sayang?”,Diana belum sempat mendengar jawaban apa-apa,tangan Thomas sudah meraih tangan Diana dan segera membawanya naik diatas motornya.
Akhirnya merekapun berangkat untuk memadu kasih-kasih mereka yang teramat kuat,dalam,dan sangat berarti.Thomas sudah menentukan tujuannya dan memilih pantai,entah mengapa pantai memang  sangat nyaman untuk dinikmati,terutama para sejoli,para keluarga,untuk menumbuhkan cinta-cinta mereka,ataupun orang-orang yang ingin memperteguh persahabatan mereka.Itulah sudah menjadi kebiasaan Tuhan,menciptakan sesuatu dengan keistimewaan-keistimewaannya,yang manusia hanya dapat mensyukurinya dan menjaganya.Seperti juga perasaan cinta Thomas dan Diana yang Tuhan ciptakan.
Roda Honda Tiger milik Thomas tak berhenti berputar,menapaki jalannya yang panjang,dinginnya terpaan angin tak mampu mengalahkan pelukan Diana yang dicintainya,begitu hangat,sehangat perasaannya,andai saja hari ini aku menuggang seekor kuda ,dan Diana didepanku,akan kupeluk dia lebih erat dari ini,pikiran yang tidak aneh dari seorang kekasih untuk kekasihnya.Hampir satu setengah jam perjalanan,Thomas mencoba menambah kecepatan putaran rodanya saat melintasi jalan lurus yang sepi,
”Sayang,jangan terlalu kencang begini”kata Diana mengingatkan,
”Kenapa?..Sayang takut?..sudah,, pegangan yang erat”.
”Bukan begitu,kan lebih baik kita pelan-pelan saja sambil menikmati perjalanan”.Diana juga mengutarakan sarannya.
”Aku memang tak pernah menikmati sebuah pertempuran,sebelum aku mendapatkan kemenangan”.Memang benar,Thomas adalah tipe orang yang tidak suka menikmati sesuatu,sebelum apa yang menjadi tujuannya tercapai,
”Tapi bagaimana dengan cinta kita?”
,”Apakah maksudmu dengan ‘Cinta kita’?”
Cinta?adakah hubungannya?hati Thomas sedang bertanya-tanya heran,
Apakah kamu yakin kita akan masih hidup dengan kecepatan seperti ini jika kita terjatuh ?..ingat janji kita, yang mengakhiri cinta kita hanyalah maut, dan aku tak mau kita sedekat ini dengan maut…..”.
 Ternyata sepasang sejoli ini telah mengikrarkan perjanjian-perjanjian hati,layaknya pasangan-pasangan kekasih yang lain,semoga itu bukan merupakan janji-janji biasa semata,yang hanya terucap di antara mulut dan lidah.Seiring berhentinya ucapan Diana tadi,jantung,nafas dan pikiran Thomas seolah-olah juga ikut berhenti,dia baru saja seperti mendengar petir kebenaran yang dibunyikan Tuhan tepat disamping telinganya,entah dengan tangan atau hatinya Thomas perlahan-lahan mengurangi kecepatan motornya,
”…..Seandainya hanya  aku yang masih hidup aku tak bisa melewatinya tanpa kamu disampingku,dan seandainya hanya kamu yang masih hidup,aku juga tak mau meniggallkan kamu sendiri disini,aku ingin lebih lama lagi bersamamu”, Diana menerjemahkan lebih dalam tentang isi hatinya.Thomas hanya diam,dalam kediamannya, pikiranya mulai mencerna semua yang didengarnya,
”Terimakasih sayang,aku semakin yakin untuk menjadikanmu pendamping hidupku”.Akhirnya dia mengakui kebenaran dari sebuah pemikiran yang tulus dari kekasihnya.
Pendamping?kapan?masih pertanyaan yang sama dari hati Diana.Pertanyaan itu dibawa sepanjang perjalanan olehnya yang telah melewati waktu dua jam lima belas menit.
Akhirnya mereka sampai di pantai, dan ternyata Tuhan masih mengijinkan mereka untuk tetap bersama,belum memisahkan antara keduanya.
“Waaow . . .pantai yang indah,iiindah ..sekali,seindah kamu sayang”.Diana tersenyum,kata-kata tadi begitu menyenangkan relung-relung hatinya.Ternyata dia begitu menyayangi aku.
“Benarkah itu?”,Diana mencoba menelusuri.
”Apakah kau tak meyakiniku,tak meyakini hatiku?”
Thomas membalasnya,sambil menatap kekasihnya,sekarang mata-mata mereka dalam satu garis lurus dan saling berbicara entah dengan bahasa apa,tak ada orang lain yang mampu mendengar,dan tak ada yang bisa mengerti,selain Diana dan Thomas.Memang ada beberapa orang  di pantai itu,tapi tak seramai minggu-minggu lainnya,mungkin Tuhan sengaja meluaskan tempat itu untuk mereka nikmati dengan leluasa.
“Sayang,menurutmu apa sih cinta itu,dan kenapa pula kau memilihku jadi kekasihmu?”
Thomas sangat terkejut mendengar apa yang baru saja yang di tanyakan Diana telah melewati telinganya,Ayoo..otak yang ada dikepalaku,cepat berikan usulmu,hati Thomas seperti kejam  memerintah.
”Hanya manusia bodoh yang mengatakan ‘cinta itu adalah’,manusia hanya bisa mengatakan ‘itu adalah cinta’ sesungguhnya hanya itu yang bisa mereka lihat”.Thomas telah menjawabnya.Bagus otakku,kau bekerja dengan baik,puji hatinya.
”Maksudmu?”
Diana tampak belum mengerti benar dengan jawaban Thomas.Mungkin itulah salah satu yang membuat Diana sangat mencintai Thomas,karena Thomas adalah seseorang yang kata-perkatannnya penuh misteri,penuh makna,dan agak bersajak indah penuh perasaan bila memuji Diana.dan membuat Diana selalu bahagia.Selain perangainya yang baik,berkeyakinan kuat dan berkarakter,karakter seorang prajurit.Tapi apakah dengan alasan  itu yang sebenarnya  membuat Diana mencintai Thomas, apakah sebenarnya cinta itu?dan apa juga yang menyebabkan aku  mencintaimu? pertanyaan itu sering muncul di hati Diana.Lagi lagi keesaan Tuhan tak terbantahkan,Tuhan menciptakan semua di bumi ini selalu dengan sebab akibat.tak ada jejak bila tak ada telapak kaki yang menapak.Akibat adalah takdir-Nya dan sebab adalah proses menuju takdir dan selalu dapat diuraikan,di baca dengan ilmu pengetahuan,karena itu gunanya akal pemikiran dan memang ilmu pengetahuan adalah jalan untuk memperjelas ALLOH SWT,tapi kadangkala manusia terlambat,menguraikan sebab setelah sebuah akibat terjadi,karena memang manusia tak kan pernah bisa mendahuluiNYA tanpa seizinNYA.
Terkecuali cinta,,,cinta adalah salah satu takdir Tuhan yang diciptakan begitu hebat.Manusia benar-benar tak bisa menguraikan sebabnya,cinta seperti nyawa,tak bisa diartikan,dipaksa,hanya bisa dipahami dan untuk dituruti.Tapi mungkin beberapa detik lagi Thomas akan membuat Diana lebih mengerti.
 ”Begini sayang…”,Thomas memulai,”….bahwa tak satupun  manusia yang tahu dan mengerti arti cinta,atau mengapa seseorang  mencintai seseorang yang lain,manusia itu hanya bisa merasakan cinta itu,cinta memang  menjadi rahasia Tuhan,biarlah  tetap menjadi keajaiban”.jawaban Thomas terdengar sangat benar.
Dengan jari-jemari mereka yang disatukan,mereka berjalan menyusuri pinggiran pantai,buih-buih air laut yang menghantam dan meratakan pasir yang putih itu selalu menghapus jejak kaki-kaki  mereka. ”Dan untuk menjadikankmu kekasihku,aku tidak memilih, bukan cantikmu,, bukan  sifat baikmu,bukan kepandaianmu,ataupun yang lain,,aku pernah mengenal banyak  wanita yang memiliki lebih dari yang kamu miliki,tapi mengapa aku tak mencintai mereka?” Thomas berhenti sejenak,,
Diana adalah  memang seorang yang rupawan,lemah lembut, sifat asli dari wanita feminim.Dan seorang siswi yang berprestasi di SMAN 1 Semarangnya dulu. Heei…Thomas darimana kata-kata itu,hati Thomas bicara.Lalu Ia menghadapkan tubuhnya ke Diana,kedua tangannya menggenggam tangan Diana,mereka berhadapan,matanya saling menatap,,
” Kau menjadi kekasihku karena aku mengikuti sebuah rasa yang tak terbendung di dalam hati ini,, yang tentu saja dengan campur tangan Tuhan,karena Dialah yang menciptakan rasa itu“, Thomas meyakinkan..
Sempurna sudahlah kata-kata yang mampu  meledak-ledakan hati  wanita yang mendengarnya,termasuk seorang wanita yang bernama  Diana,lagipula yang mengatakan adalah kekasihnya yang begitu mencintainya,tiadalah mungkin dia akan meragukannya,apalagi kata-kata itu didengarnya melewati telinganya sendiri yang terbuka lebar,karena  rambutnya yang panjang terurai berterbangan karena angin yang begitu kencang,ciri khas angin pantai.
            Pantai yang dikunjungi mereka hari ini,memang sangat indah,adalah pantai yang dikelilingi bukit-bukit  di kanan  dan kirinya,tak terasa perjalanan mereka telah menyisir bibir pantai,dan sampai bawah bukit itu..
Ayo kita naik sayang?”pinta Diana.
”Kenapa harus naik?disanakan sulit dijangkau orang?”,Thomas agak ragu.Aku capek sekali,lagian besuk ada kegiatan di kodam, tetapi hanya saja itu tidak diucapkan oleh Thomas,
Tapi pemandangan indah sekali,ayolah demi aku?”,bujuk Diana sambil menarik-narik lengan kekasihnya itu.Akankah ada lelaki manapun yang masih berusaha menolaknya?,ketika kekasihnya adalah alasannya?semua pasti merasa tidak.Memang bukit kecil di kanan pantai itu tak banyak di jamah orang karena jalan untuk naik memang sulit dan terjal,tapi ketika sudah sampai di atasnya,keindahan yang sangat dari ciptaan Tuhan akan bisa dinikmati oleh sepasang-sepasang mata,hamparan jauh air laut yang biru begelut dengan putih-putih ombak,hembusan angin yang lebih sejuk dengan keteduhan dari rindangnya pohon-pohon besar akan mereka rasakan. Bila pengorbananmu besar maka engkau akan mendapatkan sesuatu yang besar,itulah keadilan Tuhan yang nyata.
Baiklah,terserah kamu”,Thomas mengiyakan keinginan seseorang yang sangat dikasihinya,mereka berdua mencoba menaklukkan jalan itu dan dengan keinginan yang kuat akhirnya mereka sampai diatas,kaki-kaki itu telah menginjak rumput-rumput yang lembut nan hijau,
Inilah taman yang diciptakan sendiri oleh Tuhan,sayang lihat sendirikan?”,
Thomas hanya mengangguk sambil terus memandang jauh apa yang ada didepannya,indah sekali,belum pernah aku melihat tempat seperti ini ,pikirnya.
Setelah beberapa waktu mereka terpaku dengan keindahan pemandangan di atas bukit itu,mereka memutuskan untuk duduk berpelukan bersandar di bawah perlindungan daun-daun pohon yang meneduhkan mereka dari keringnya sinar matahari hari ini,
Aku ingin istirahat disini dulu sayang,aku tak ingin kemana-mana lagi”,kata Thomas,
”Iya aku juga”,rupanya keletihannya yang membuat mereka berada di situ.Angin yang begitu kencang membuat kesejukan hari ini semakin terasa oleh keduanya,ketiadaan orang lain selain mereka,membuat pasangan ini begitu menikmatinya,ini seperti taman pribadiku,tak ada yang mengganggu aku dan Diana,tersirat di dalam pikiran bersamaan dengan lamunan Thomas.
”Aku besuk ada rapat koordinasi sejawa tengah sayang,makanya hari ini aku ingin menghabiskan hariku bersama kamu…”.Thomas berhenti sejenak,dan biar kamu tak marah lagi dengan ku,hatinya rupanya menyelanya,”….doakan semuanya lancar ya?dan maaf  jika besok aku tak bisa telpon kamu,ku ingin kamu mengerti tentang aku,tentang tugasku”.
”Iya aku ngerti kok,dan semoga semuanya berjalan dengan baik,itu kan buat karir kamu juga,dan akhirnya juga buat aku dan anak-anak kita nanti”,jawab Diana dengan senyumannya menyiratkankan sebuah kebenaran tulus antara hati dan perkataanya,
Apakah Diana sudah yakin kepadaku Tuhan? terima kasih,bila KAU menakdirkan dia jadi istriku,hati Thomas yang berbahagia terus bertanya-tanya kepada Tuhannya,
Memang kamu mau dan siap jadi istri seorang prajurit?yang kadang harus meniggalkan keluarganya demi negara?”,Thomas nampak gugup untuk mendengar jawabannya,tapi dia tetap memberanikan dirinya untuk bertanya pada kekasihnya itu
”Aku bersedia dan siap jadi istri siapapun,dan apapun resikonya,yang penting orang itu adalah kamu”,Thomas merasa dirinya terbang setinggi-tingginya menuju langit seperti pesawat NOMAD kesayangannya setelah mendengar kata-kata Diana yang baru saja.
Tapi kapan kamu akan melamarku Thomas?itulah kata hati seorang wanita yang selalu butuh sebuah kepastian,termasuk Diana.
“Terima kasih Sayang,aku juga sangat mencintaimu”,mulutnya berhenti dan menutup, ,tapi maafkan aku Diana, aku belum bisa melamarmu karena adik-adikku masih membutuhkanku, rupanya hatinya yang melanjutkan dan  mengerti apa yang ada di hatinya Diana.
            Angin yang semakin kencang seperti membawa kesejukan yang dingin,pelukan diantara mereka semakin dieratkan bersamaan perasaan cinta yang semakin mereka kuatkan,dan mata-mata mereka yang saling berpandangan nampaknya sedang berbicara.
”Sayang,aku merasa nyaman dan aman bila di pelukanmu”,ungkap Diana sesuai yang dia rasakan.Betul saja yang dikatakan,dengan tubuh yang begitu besar,pelukan dari Letkol Thomas tentu begitu hangat,mampu melindungi Diana dari apapun,siapapun dan darimanapun.
”Dan akupun juga merasakan hal yang sama ketika memelukmu”.Mata-mata mereka masih tetap dalam satu pandangan,aku mau melakukan apa yang ingin engkau lakukan,mungkin itu artinya jika di lisankan,entah dari bisikan apa?


 atau bisikan cinta,wajah-wajah mereka semakin mendekat,lebih dekat,lebih dekat lagi,dan akhirnya lidah-lidah mereka bertemu,bibir-mereka bersatu,nikmat sekali,pikir keduanya,ini hanya sebuah pembuktian nyata dari cinta,kalau saja pasangan itu harus beralasan,itulah yang mungkin akan dikatakannya,dan mereka tetap saja manusia.
            Lumatan-lumatan itu semakin dalam,semakin berperasaan,dan mereka selalu menikmatinya detik demi detik,setelah beberapa saat ciuman yang penuh cinta itu mereka lepaskan,tapi kening-kening masih saling bersandar,mata-mata  masih bertatap,tapi mulut Thomas dan Diana  masih belum berucap,tak ada suara siapapun,kecuali ombak yang membentur karang,angin yang berlari kencang melewati telinga.Tapi tangan Diana mulai bergerak,tangannya memegang tangan Thomas yang besar,Dia bawa tangan Thomas mendekati bagian-bagian di tubuhnya yang seharusnya hanya halal untuk suaminya nanti,Diana ingin melakukan hubungan itu.Thomas pasti akan merasa senang,setiap lelaki pasti begitu,aku ingin melakukan disini, toh nantinya aku dan Thomas akan bersuami istri,pikir Diana.Rupanya setan telah berhasil meniupkan nafsunya, ini memang tugas setan yang sudah mendapat ijin dari Tuhan.Daun-daun dan pepohonan di atas merekapun sudah tahu apa yang akan mereka lakukan,kami sudah sering melihat pasangan-pasangan lain selain kalian yang melakukan itu disini,tempat ini memang sering dipergunakan dan mereka semua telah mengabaikan kami,itu yang mungkin dikatakan daun dan pohon andai saja mereka dapat berbicara.
”Jangan….”,Thomas berbicara lirih  sambil menarik tangannya,”…aku tidak mau melakukannya”
Ingat! dunia di buat Alloh SWT adalah hanyalah untuk ujian umat manusia,jika engkau tidak dalam keadaan di uji,dan tidak merasa di uji,berarti engkau dalam bahaya,sekiranya itulah  khutbah yang disampaikan khotib saat sholat jum’at di KODAM,yang selalu di ingat dan kini berputar-putar dipikiran Thomas
Kenapa??...kamu belum yakin tentang hubungan kita, cinta kita?”.Tanya Diana yang kaget dan merasa heran,
Apakah kamu sudah terlalu yakin kepadaku, yakin kepada cintaku, dengan memintaku melakukan ini?”, Thomas balik bertanya,
Berarti kamu tak mau melakukannya karena kamu tak mencintaiku?”,
”APAAA…!!! ?,,aku tak mencintaimu ??!!!!!,,,,Thomas membentak,”…para prempuan yang walaupun tahu tentang hukumnya berzina,mungkin akan masih mau melakukan itu,tapi seandainya mereka mengetahui bagaimana sebenarnya lelaki, pasti dia akan selalu bisa menolak rayuan”,lanjutnya,
Sebenarnya lelaki?,,,,,Diana heran,,,,bagaimana yang sebenarnya?,Ia nampak mencoba menyembunyikan ketidaktahuan itu,matanya menatap tajam Thomas,
”…..Seseorang laki-laki yang sejati mencintai seorang perempuan, akan berusaha menjaganya, dia akan sekuat tenaga melawan nafsunya, karena dia memikirkan masa depan dan harga diri kekasihnya seandainya mungkin  tidak  jadi menikahinya karena suatu alasan ” Thomas mencoba menyadarkan Diana,dari keinginannya yang banyak dianggap manusia sebagai hal yang wajar
“Tidak ada alasan untuk tidak  menikahi kekasihnya, jika itu cinta sejati, ?”Diana mencoba membela dirinya sendiri,
Bagaimana jika alasan itu adalah kematiannya sendiri? ,terpanggil oleh Tuhan sebelum pernikahan itu?…”,,Thomas sudah menyebutkan sebuah alasan,,dan Diana telihat tersentak mendengarkannya,karena ia menyadari setitik kebenaran dari alasan Thomas tadi.
 “Darimana kamu tahu tentang  itu?”lirih Diana bertanya mengambarkan penyesalannya..
“Aku mengerti, karena aku merasakannya saat ini…dan maafkan aku sayang, mungkin ini yang terbaik yang bisa aku pilih untukmu,diantara kemunafikanku ini”
Perlahan Diana menundukan kepalanya,air matanya mulai mengalir seperti ingin memperlihatkan sebuah penyesalan besar atas apa yang baru saja ia ingin lakukan.
Tapi bagaimana dengan yang lain?”,Diana bertanya lagi dan masih tetap menundukkan tangisannya,
”Biar sayang,mungkin ketidaktahuananyalah yang membuat mereka melakukannya, dan tetap menuruti nafsu mereka dengan mengatasnamakan cinta,  yang terpenting sekarang kamu lebih tahu tentang perasaanku, tentang bagaimana  sebenarnya cinta ini kepadamu”.
”Maafkan aku,ak,…aku,,,” Diana tidak meneruskan perkataannya,dia menagis sesenggukan..
”Sudahlah Sayang,walau dengan kejadian ini,tak ada sedikitpun yang berubah tentang kamu dimataku,tentang kamu di hatiku”.seperti ibu yang memberi pengertian kepada anaknya yang bersalah,bersuara lembut dan penuh kasih sayang,tak nampak sedikitpun nada yang keras seperti di kehidupan keprajuritanya.Dan Thomas dan Diana kembali berpelukan untuk lebih menikmati suasana itu,tapi kali ini pelukan dari sebuah kemurnian cinta.
Setelah mulai puas dengan tempat dan pemandangan yang sangat mengindahkan mata,mereka memutuskan melepaskan pelukan yang hangat itu dan kembali turun ke pantai untuk menikmati lagi keindahan disana,Diana ingin merebahkan tubuhnya di air laut yang selalu membuat orang tenang.Percikan air,pasir yang kembali halus,angin yang membawa ombak,,dan kekasihnya yang selalu menemani itu telah membantunya melupakan air matanya tadi.Hingga panas matahari telah melemah,mereka bersiap-siap untuk pulang,karena Diana juga harus masuk kerja.Deru Honda Tiger Thomas kembali meraung-raung di perjalanan pulang,perasaan yang mereka bawa,adalah buah tangan yang begitu indah dan paling mendalam,dan hanya mereka yang bisa menikmatinya.Jalan yang tak asing ini mulai ditelusuri lagi, pepohonan,penghunian,semua tak berubah layaknya tadi pagi.Setelah beberapa jam roda berputar,tibalah mereka di rumah Diana,Thomas telah mengembalikan Diana kepada orang tuanya dengan utuh,benar-benar utuh seorang wanita.
KODAM DIPONEGORO,SEMARANG
RAPAT KOORDINASI se-jawa tengah yang  dihadiri petinggi-petinggi TNI tengah berlangsung, ”GAM sudah tak bisa di biarkan,disana semakin kacau,Negara-negara lain  mendesak untuk damai,dan kita belum tahu keputusan pemerintah tentang hal itu,tapi belum tentu juga GAM  mau. Yang jelas Pusat meminta kita siap mengirim pasukan kita jika suatu saat diperlukan penambahan personel”,uraian cukup jelas dari Pangdam Diponegoro.semoga aku tak ditugaskan jika seandainya ada penambahan personel,aku tak mau berpisah lagi dengan Diana,tapi bagaimana dengan negaraku?apa gunanya aku ini?apakah cinta membuat jadi pecundang seperti ini?pertempuran hati seorang Lettu Thomas,diantara cinta dan negara.Seiring dengan itu,rapat telah ditutup.
Waktu selalu berputar,hari ini,esok hari dan lusa.Pagi matahari muncul di timur,dan tenggelam di barat,pagi muncul lagi,dan begitu seterusnya.Pikiran Thomas juga selalu berputar mencoba menyadari sebuah pertanyaan besar,dihari-harinya belakangan ini,hingga di malam ini dia tak mampu memejamkan matanya,Kapan aku mengakhiri ini untuk memulainya?mengakhiri sebuah hubungan yang selama ini dijalani dengan Diana,dan memulai sebuah kehidupan cinta yang baru,yang lebih suci,dengan Diana pula, Sampai kapan aku dan dia tetap seperti ini, ku tahu dia sudah menunggunya hampir empat tahun, maafkan aku , ini karena tanggungjawabku pada adik-adikku Diana…,Ah,tapi bagaimana tanggung jawabku kepadamu?, Rupanya kesadarannya tentang hal itu semakin kuat,pikirannya telah berputar semakin cepat,dan lebih cepat.seandainya malaikat-malaikat disampingnya menampakkan wujud pasti Thomas sudah menanyainya satu-persatu. Jika di pohon itu tak ada kandang dan talinya, maka sangat mudah pula burung itu terbang kembali,dan hampir tak mungkin untuk hinggap disitu lagi, kata-kata dari Daniel pun seolah-olah ikut meremas-remas otaknya,Stop…aku harus mengambil keputusan, aku tak mau kehilangan dia..apakah malaikat yang juga tak tidur kini telah membisikan sesuatu kepada Thomas ? mungkin saja benar.
Jam tiga tepat,suara binatang malam yang terdengar malam ini seakan-akan ikut menyampaikan usul-usul mereka kepada Thomas. Tapi adikku? pertanyaan inti yang ternyata belum terjawab olehnya sampai saat ini ,Baiklah… aku akan melamarmu Diana ,aku sudah terlalu lama membuatmu menunngu sebuah kepastian,terimaksih karena kau telah mencoba bersabar untuk ini,ku yakin itu karena cintamu.Dan adikku,,aku akan tetap bertanggung jawab untuknya,pasti ada j alan dari Tuhan.
 Keinginan memperistri Diana mulai tak tertahankan,keyakinannya di hatinya telah menjawabnya, pertanyaan-pertanyaan tentang kebimbangan sudah terseselesaikan semuanya malam ini, tinggal pelaksaanan sebuah rencana besar yang selalu di tunggu Diana dalam mimpinya malam ini, kapankah itu? yang jelas tak terlalu lama lagi.
Pagi harinya,kamis 17 april 2003,kehidupan KODAM tampak seperti biasanya.lalu lalang penghuninya,kebersihannya,kegiatannya, juga percakapannya. Percakapan siapa lagi kalau bukan Letkol Thomas Abdi Susanto dengan Abangnya,Kapten Daniel.Topiknya pun tak berubah,GAM dan Diana,walaupun sangat berjauhan,tapi tiada yang lain saat ini.
Bang,Aku sudah memutuskan untuk melamarnya bang,ku takut kehilangan dia”.
”Baguslah,,kapan itu?” ,
”Secepatnya Bang”,sangat bersemangat,                                                                               
”Bagaimana kalau burung itu terbang lebih cepat dari rencanamu?”,
Thomas seakan tak bisa bergerak mendengar kalimat itu,dia merasakan yang keluar dari mulut Daniel adalah hantu-hantu paling menakutkan yang sekarang mengerumuni hatinya.Secepatnya adalah kata yang belum mengandung hari,tanggal ataupun bulan,masih terlalu mengambang untuk sebuah peristiwa.Kapan tepatnya aku melamarnya? Besok?3 hari lagi,atau seminggu lagi?Tampaknya  hatinya telah menyadari,dan sekarang sudah mengirim pesan kepada otaknya untuk berpikir tentang itu.Mungkin saja,sisa jam yang digunakan Thomas untuk tidur tadi malam,sengaja di siapkan Tuhan untuk menjawab ini,tapi ia menyia-nyiakannya.
“Bagaimana Dan,,,kapan?”,seperti orang yang tidur pulas lalu di siram air yang begitu dingin,Thomas sadar sepenuhnya dari lamunannya,
Haa…apa Bang?”,dengan wajah bingungnya dia memalingkannya ke abangnya,dia tak begitu mendengar rupanya,lamunannya yang jauh telah mengganggu telinganya.
”Kapan mau melamarnya?sudahlah jangan berpikir terlalu panjang?”,Daniel mengulanginya agar adiknya itu dapat menjawabnya dengan tegas,,pasti,,dan yang terpenting sesuai yang dia harapkan.
Ini sedang ku pikirkan Bang,hatinya membela dirinya sendiri,aku memang punya banyak pertimbangan,dan harus kupikir panjang, imbuh hatinya.
”Ah..aku tak tahu Bang,masih akan kubicarakan dengan keluargaku dulu”.kalimat jawaban yang tak menjawab.
”Bicarakanlah ,Keluargamu akan senang mendengarnya”.
Sejalan beberapa kegiatan dan tugas yang Thomas lakukan hari ini,sejalan itu pula matahari dan waktu memutarinya begitu cepat,dan sekarang matahari itu sudah tenggelam penuh di sisi barat yang disahkan dengan Adzan maghrib,berkumandang sejuk dikalbu.Sebagai seorang muslim yang sebenarnya,Thomas selalu berjama’ah  menghadap Tuhannya di masjid di samping rumah keluarganya,hari ini dia tak pulang kerumah dinas miliknya,dia ingin menemui ibu dan bapaknya .Didepan ukiran nama-Nya dia menengadahkan tangannya,mengutarakan permintaanya.
”Ya Alloh yang maha mengetahui,KAUlah yang menciptakan aku,menghidupiku,dan yang mematikanku.berilah aku ridhoMu atas keinginanku,aku akan memenuhi sunnahMu.Maka jadikan ini dan Dia menjadi yang terbaik untukku,jika ini tak Engkau kabulkan kepada siapa lagi aku harus meminta,Amin..”.kedua tanganya mengusap untuk memejamkan matanya,meninggikan keyakinan hati bahwa Alloh akan memberi apa yag dipinta.sesudahnya,segeralah dia beranjak pulang.
Setibanya dirumah,ibu dan adik perempuannya masih terlihat mempersiapkan semuanya untuk makan malam.Setelah beberapa lama,
”Ayo semua,makanan sudah siap”tanda dari sang ibu.
Semua anggota keluarga berkumpul,duduk mengelilingi kehangatan keluarga ini.sungguh keluarga yang bahagia.Memang suasana seperti inilah yang didamba-dambakan semua keluarga lain,terlebih lagi anak anak yang jarang melihat ibu bapaknya,mereka selalu menyalahkan,kenapa ibu bapaknya tak menyayanginya,selalu meninggalkannya,demi uangkah?jabatan?,,anak-anak itu tak akan mungkin menerima semua itu dengan mudah,karena memang tak ada alasan untuk orang tua meninggalkan anaknya,pikirnya.Tapi bagaimanakah jika alasan itu adalah diri mereka sendiri,masa depan mereka sendiri,itulah yang belum dapat mereka pahami.Kebahagiaan dan kehangatan keluarga sederhana Thomas juga sangat didambakan istri-istri yang jarang memeluk suaminya,tapi mereka lebih dapat menerima karena mereka sudah memahami alasan suaminya meninggalkanya.Seperti yang akan dirasakan Diana kelak seandainya Thomas jadi menikahinya tapi Diana sudah berjanji bahwa dia juga sanggup untuk mengerti semua itu.
“Bapak,ibu,Thomas mau bicara”,Thomas sudah mengetahui dengan pasti apa yang harus dibicarakan malam ini kepada kedua orang tuanya itu,
”Bicaralah Nak,ada apa?”,
”Begini Pak,Bu,Thomas dan Diana sudah menjalin hubungan lama,dan Thomas juga menyadari tanggung jawab Thomas untuk sekolah Didi dan Shanti,tapi umur Thomas setiap hari juga bertambah,Thomas ingin melamar Diana Pak,Bu?tanpa adanya kalimat terakhirpun,semua orang yang mendengar pasti terlalu mudah  mengetahui keinginan Thomas,termasuk kedua orang tuanya,yang juga sudah mengetahui hubungan anaknya dengan kekasih hatinya itu karena memang dulu Thomas telah mengenalkan Diana.
“Semua yang kamu rencanakan dalam kehidupanmu adalah hakmu yang utuh,,dan bapak ibumu ini hanya bisa mendoakan yang terbaik Nak,jika kamu ingin  melamar Diana untuk membangun keluargamu,,,Baiklahh..Bapak ibumu akan melakukannya,karena kamu memang sudah  saatnya menjalankan sunnah itu,dan masalah adik-adikmu jangan terlalu memikirkan”,sungguh naluri bapak yang bijaksana,jawaban yang baru saja berlalu sungguh menyenangkan hati Thomas dan seakan akan membenarkan ucapan Daniel tadi siang,Keluargamu akan senang mendengarnya.
Setelah semua selesai minikmati hangatnya makan malamnya,ibu dan adik perempuan Thomas  segera membereskan semua yang ada di meja, sedangkan adik laki-lakinya masuk kekamarnya untuk bergegas belajar.Tapi Thomas dan bapaknya masih terlihat berpetuah serius di ruang tamu,tentu untuk membicarakan lebih dalam lagi tentang rencana  Thomas tadi,Bapaknya mencoba mengertikan anak kebanggaannya itu,tentang hal-hal yang perlu disiapkan, waktu-waktu yang harus ditentukan dan semua, untuk sebuah pernikahan,termasuk kesediaan Diana menjadi memepelai wanita Thomas. Kalau itu jangan ditanya lagi,Diana sudah pasti mau,karena dia sangat mencintaiku,aku merasakan itu,keyakinan hati Thomas terlihat benar malam ini.
Seiring banyak hal yang Thomas dapatkan dari bapaknya,diluar rumahnya malam ternyata sudah semakin pekat,dingin,dan hening,hanya lampu-lampu listrik yang terjaga menjalankan aktifitasnya.Thomas sudah bebaring di peristirahatan, rasa kebahagiaanya  mulai merangkaki hatinya,karena dia sekarang telah lebih dekat dengan impiannya selama ini,tapi sebenarnya satu yang paling membahagiakan Thomas,bahwa pertanyaan-pertanyaan yang membuat dia tak bisa tidur  malam-malam sebelumnya,malam ini tak akan menghantui dia lagi,lantaran itu terlalu mudah untuk Thomas memejamkan matanya,berharap segera bertemu dengan esok hari untuk mengabarkan kebahagiaan besar ini, kepada siapa lagi?,kalau bukan dia,kekasihnya,karena Thomas tahu,Diana selalu menunggunya. 
Keesokan harinya, Kring…..kring…telepon genggam Diana berbunyi.Tasnya pun tak mampu membendung semangat bunyi itu sangat memanggilnya,apakah ini mewakili semangat si penelpon,bisa saja mungkin,,,tapi yang jelas si penelpon sudah mengetahui benar kalau saat ini Diana sedang jamnya makan siang,dan tak terlalu sibuk untuk mengangkatnya,si penelpon kelihatannya orang dekat Diana.
”Na,ada telpon itu,cepat angkat”.temannya memberitahu,
”Iya,siapa sih?”tanya Diana, Benar saja,tulisan “ Sayangku” muncul di layar handphone bersamaan dengan deringannya.
Halo Sayang”…wajah yang bersinar telah melembutkan suaranya,
”Kamu sedang apa Sayang?”suara Thomas terdengar sangat jauh,tapi semangatnya sangat terlihat dekat. ”Aku lagi makan ini,sayang sudah makan?”
”Belum,Eh aku ada sesuatu yang ingin kusampaikan yang kuharap membuatmu bahagia”,walaupun dia sudah jauh mengetahui bahwa Diana kekasihnya itu akan sangat bahagia.
”Apa sih?”,
” Tak mungkin bila disini,nanti malam aku kerumahmu”,nada bibirnya begitu yakin.untuk menanyakan sebuah kepastian yang mungkin sudah pasti itu,ternyata hatinya sudah menjelaskan maksudnya,tapi belum melewati telinga Diana,
”Baiklah Sayang,tak tunggu nanti”
,”Ya sudah,aku mau sholat dulu,Makan yang banyak,Hati-hati ya”,
”Iyaya Sayang”.Diana meletakkan telepon genggam itu,
Siapa Na,Thomas?”,
Iya Wi,biasalah,,si penebar penasaran,Dia mau kerumahku nanti malam”
.”Ooo..” .
Diana lalu meneruskan makannya,mulut dan pikirannya seakan bersamaan mengunyah,Apa yang ingin disampaikan Thomas kepadaku?sekeras apapun Diana mempertannyakan,jawabannya tak akan pernah ia dengar sebelum waktunya tiba.
Sebuah penantian memang seakan memperlambat semuanya,seperti yang Diana dan Thomas alami saat ini, datangnya malam begitu pelan rasanya,seakan mulutnya ingin berteriak sekencang-kencangnya agar Tuhan mendengar  permintaan mereka untuk lekas menenggelamkan matahari senja ini.Alloh Maha mendengar apa yang paling lirih di alam,dan Alloh pun Maha Besar ,yang sebenarnya sangat mudah menuruti keinginan hamba-hambaNya,tapi tidak untuk ini.Waktu sudah ditetapkan kodratnya,tak akan pernah berputar lebih cepat.Sesuai janji perkatannya tadi, malam ini Thomas ingin memperdengarkan sesuatu dan Diana ingin mendengarkan sesuatu,entah apa itu Diana  tak mengetahui sedikitpun,yang dia tahu adalah kebiasaan Thomas selalu membuat Dia penasaran tapi Diana memahami dan menerimanya.
Malam akhirnya pun menyambut, Adzan isya’ telah berkumandang oleh para penyeru-Nya, ketentraman umat manusia bila mendengarkannya,tapi tidak dengan Diana walaupun lidahnya sedang menikmati makanan kesukaan di hadapannya dan telinganya mendengar adzan yang begitu sejuk,di hati yang paling dalam tetap menanyakan akan sesuatu,Dimana Thomas?, jam segini kamu belum datang juga dan apa yang yang sebenarnya yang ingin kamu katakan?dari beberapa pertannyaan itu tak satupun yang dia tahu,lagilagi tak tahu jawabannya,tapi dari kesemuanya itu hanya satu kesimpulan yang sangat di harapkan Diana,semoga benar-benar membuatku bahagia.
“Na, kamu belum selesai makannya?”Suara itu memecah lamunannya yang begitu pekat,ibunya yang sepulang dari masjid merasa punya pertanyaan melihat keadaan itu.
”ehh..ibu belum Bu”.
 ”Kamu tidak sholat?”,
”Aku masih dapet Bu….”,Diana tiba-tiba berhenti berucap,diluar rumahnya ada suara yang jauh terdengar mendekat, Deru motor itu,Diana jelas mengenal deru itu,segera ia berlari menujunya.
”Siapa Na?” ibunya mempertanyakan,
“Thomas Bu”,hampir tak terdengar melebihi suara derap kakinya sendiri,tangan kanannya segera meraih pintu,membukanya dan benar saja Thomas yang  telah datang,membawa sebuah rahasia untuknya.
”Aku sudah menunggumu dari tadi Sayang”,
”Maaf  telah membuatmu menunggu”,Thomas pun melangkah dan segera duduk kursi yang berjajar di teras,
”Tidak masuk?”,
”Tak usah disini saja”,
”Nak Thomas tidak masuk?”,Ibu Diana menemui tamu kesayangan anaknya itu dan mempersilahkan sepenuhnya rumahnya atas Thomas
“Terima kasih Bu,disini saja”,Thomas seakan-akan tak mau lebih lama lagi untuk menyampaikan sesuatu pada kekasihnya.Pertemuan malam ini begitu hangat,senyum Diana tak ada henti-hentinya menampakkan diri,tapi setelah beberapa saat canda terdengar,penasaran di hatinya mulai terketuk,
Apa yang ingin kau katakan,Sayang?”,Thomas menatap mata yang sangat menginginkan jawaban itu,lalu,,
Malam ini aku bukan mengatakan sesuatu,malam ini aku ingin menanyakan sesuatu…”,sambil kedua tangannya memegang tangan Diana,dan tak melepas tatapannya sedikitpun ,
”…aku tahu,kadang hubungan kita ada masalah,banyak yang harus kita lewati dengan tak mudah,,,,,”,Thomas menarik napasnya dalam-dalam,”…tapi yang  jelas perjalanan kita sudah menjadi saksi bagi keyakinanku,dan kuharap juga menjadi saksi bagi keyakinanmu,karena memang kau telah  membuatku yakin akan semuanya,aku sudah bertanya kepada Tuhan,dan Tuhan telah mengiyakan dengan mengirimku kesini malam ini,…dan sekarang aku akan menanyakan itu ke kamu sayang,maukah kau menikah denganku,mejadi istri terbaik untukku,menjadi ibu yang sangat di cintai anak-anakku?”,Diana hanya diam menatap,
jawablah Diana inikah yang kamu tunggu,Thomas tak sabar mendengarnya dan tak ingin pula mendengar  jawaban yang tak di harapkannya,
”Salah bila malam ini kamu menanyakan itu,,,”
Thomas tersentak,air mukanya memucat,,,apakah Diana tidak mau??pertanyaan itu muncul seketika dalam dirinya,,
”Kenapa..,Kenapa sayang?”
“,,,,karena aku sudah menjawab sebelum kamu bertanya. Malam ini kamu mengatakan itu,…dan ketika orang yang sangat kucintai mengatakan sesuatu,aku akan selalu mengikutinya,karena yang membuat aku bahagia adalah memberikan apa yang kamu kehendaki.Aku mau menjadi istri yang sangat kamu sayangi..”
Hati lelaki mana yang tak terlalu bahagia mendengar ucapan itu dari kekasihnya?.Bunga-bunga Diana juga menyaksikannya,mendengarnya dan tentu merasakan kebahagiaan tuan putrinya. Diana dan Thomas berpelukan,menghangatkan satu sama lain sambil lebih merasakan indahnya malam ini,indahnya keputusan ini dan indahnya hidup yang baru ini.Mereka akan melalui sebuah pernikahan,dan pernikahan adalah tahap umur dari cinta yang selanjutnya,yaitu remaja.Seorang remaja akan mulai bertanggung jawab atas dirinya dan perbuatannya,tak ubahnya perjalanan cinta Thomas dan Diana dengan pernikahan yang akan mereka lalui ini,Thomas dan Diana harus mengerti dan melaksanakan tanggung jawabnya,sebagai suami yang melindungi istrinya dan sebagai istri yang menguatkan suaminya.
Lalu bagaimanakah tahap umur dari cinta selanjutnya ??.Tahap umur dari cinta selajutnya adalah Cinta yang Tua,yaitu bila salah satu dari pasangan  meninggalkan dunia ini,dan sampai akhirnya Cinta  Mati,bagaimanakah Cinta  Mati?adalah salah satu yang masih hidup juga menyusul kekasihnya yang lebih dulu menghadap Tuhannya.Tapi keinginan Thomas dan Diana lebih jauh daripada itu,mereka menginginkan cinta mereka tak akan mati selamanya,mereka mendambakan kelak anak-anaknya dan cucunya  mengabadikan cinta mereka dan menjadikannya sebagai panutan suci,itulah cinta yang abadi dan berkesempurnaan.
”Apakah kamu sanggup menerima kekuranganku dan kehidupanku Sayang?”
Thomas menanyakan lagi kepada calon istrinya karena dia menyadari betul kehidupan seorang prajurit,seorang pelaku perang yang tak selalu berperang disamping rumahnya,di dekat keluargannya,dan tak pernah mengetahui apa yang terjadi,apakah masih ada kehidupan,setengah mati atau kematian selamanya setelah peperangan itu.
Diana tersenyum,”Aku sudah menerimanya sebelum aku mengatakan iya untuk pernyataan  cintamu dulu,dan ku mohon jangan menanyakan itu lagi,karena semakin kamu menanyakan,semakin sulit bagiku untuk menjelaskan”.
Thomas telah benar-benar yakin untuk memperistri wanita yang ada dipelukannya.Malam ini begitu menyenangkan keduanya,hingga membuat mereka lupa tentang pekerjaannya masing-masing, Bang,aku akan mengalahkan bidikanmu,itulah yang masih teringat di benak Thomas. Larut semakin menelan kehidupan,dingin semakin merajai,tapi perasaan bahagia dan cinta kedua makhluk Tuhan tetap bersinar membantai gelap.Disaat keduanya tak lagi bersamapun sinar itu masih tetap terang.Thomas dan Diana telah memejamkan mata ditempat terpisah,Thomas sudah pulang,tapi mimpi keduanya malam ini pasti tak akan jauh beda…..sebuah pernikahan….
Dua minggu kemudian…
Pertunangan adalah sebuah ikatan yang sangat kuat,tak akan ada orang lain yang mampu memutuskannya ,selain pasangan itu sendiri.Thomas membawa keluarganya,kebahagiaan,haru,dan gelisah terbiasa mencampuri urusan itu,gelisah menghadapi pernikahannya.Hantu-hantu dari mulut Daniel telah di rantai kejam di neraka oleh malaikat-malaikatNya sehingga tak akan mengganggu Thomas lagi,dan Danielpun juga akan sangat bahagia dengan itu. Dua keluarga itu semakin dekat,dan akan menyatu menjadi satu.Pembicaraan untuk rencana selanjutnya,masih berlangsung,dimana,kapan dan bagaimana resepsi itu.Semua tertawa,semua merasa bahagia yang bijak.Tak bisa diungkapkan lagi untuk Diana dan Thomas.Mereka tak hentinya mencoba memandang Tuhannya,mereka tahu,mereka tak akan mungkin melihatnya,tapi mereka juga tahu kalau Tuhannya diatas sana sedang melihat mereka, tersenyum dan berkata”Aku menerima syukurmu”.
Sore telah menghampiri,seharian telah berjalan.pengambilan kesepakatan mulai usai,dua bulan dari hari ini adalah waktu yang tepat untuk pernikahan itu,dan cukup untuk mempersiapkan semuanya,termasuk jiwa sang pengantin untuk memulai sebuah kehidupan yang baru dan sekali,hanya sekali dalam hidupnya.
Hingga di suatu pagi…
“Pagi Bang!!”,
Sapaan bangga dari Thomas untuk orang yang selalu mengolok-olok dirinya,merendahkan dirinya atas kebimbangannya,yaitu Daniel.Dan pagi ini dia ingin menyampaikan kegagahannya yang telah mengambil sebuah keputusan.Sekarang,hanya senyum yang terus melingkar di wajah Thomas,
”Pagi Dan,cerah sekali pagi ini?ada yang menyenangkan?”,
”Tentu Bang,kemarin  aku sudah melamar Diana,dua bulan lagi kami akan menikah,”,dia berhenti sejenak untuk melebarkan senyumnya,
”..dan pastinya aku akan mengalahkan bidikanmu….Sebenarnya tidak hubungannya kan bang, istri sama bidikan?”,Dia benar-benar tertawa saat ini,”…aku tak akan  menang dari Abangku yang jago ini?”,
”Ya tak taulah Dan,Alloh menciptakan semua berpasangan agar kita tau kebesaranNya,mungkin termasuk ini…Selamat, Aku turut bahagia Dan ,jangan lupa undang ya..??,Mereka berpelukan
”Ah..ya tidak  mungkin lupa Bang,pasti itu...Gimana Bang,,GAM tak menjawab Ultimatum pemerintah untuk mengakhiri pemberontakannya”,
”Seharusnya presiden segera member izin untuk operasi militer,begitu kan cepat selesai Dan?”,
”Ya Mungkin Bang,,Kamis depan ada rapat koordinasi lagi”,
”Membahas tentang GAM  ya Dan?”,
”Iya”

KAMIS,1 MEI 2004.
RAPAT KOORDINASI telah dimulai,Thomas juga ikut dalam rapat itu,dia adalah pasukan yang mempunyai record paling baik di KODAM Diponegoro semarang.Rapat hari ini membahas Gerakan Aceh Merdeka yang telah sering melakukan kontak senjata dengan TNI di sana,itu artinya mereka benar-benar ingin menunjukkan keinginannya,mereka juga belum menjawab Ultimatum pemerintah,untuk menerima otonomi khusus,
”Pusat telah memutuskan dengan Surat NO.23/8943/TNI/04.bahwa meminta KODAM Diponegoro mengirimkan 300 personil ke Aceh untuk penambahan kekuatan dalam rangka pemulihan Stabilitas Nasional”.Sebuah penjelasan yang menakutkan dari Pangdamnya,Betapa sedihnya temanku yang diberangkatkan kesana,harus melawan saudaranya sendiri,hati Thomas membayangkan apa yang akan terjadi
.”…dan Letnan kolonel  Thomas A.S…”Dia tersentak,terpecah dalam lamunannya,dan segera berdiri,
”Siap”,,begitulah seorang prajurit,selalu siap walaupun dia tak tahu apa yang akan ditugaskan
”Anda yang akan mengomandani misi ini”,
Diana,perkawinanku,keluargaku,semua bercampur di otaknya.bebrapa detik lagi,mungkin otaknya seolah olah akan hancur berkeping-keping tapi tidak dengan hatinya,tanggung jawab sebagai pembela Negara,tanggung jawab kepada tugas,dan darah pejuang yang mengalir di tubuhnya,akan selalu memantapkan batinnya untuk menjalankan sebuah amanat rakyat Indonesia
“Siap”.
Bangsaku membutuhkanku,hatinya menambahkan semangat itu,dan aku yang harus menghancurkan saudaraku sendiri..
Dengan ribuan beban dipundaknya,dia harus menemui semuanya untuk membicarakan ini,dia tahu ini akan mengejutkan semuanya,atau mungkin menyakitkan semuanya,terlebih untuk Diana karena tugas ini harus menghambat kebahagiaan mereka,sungguh ujian terakhir yang berat,harus mereka lewati.Thomas segera menemui calon istrinya,apakah aku sanggup mengatakan ini kepadanya?hanya itu pertanyaan yang tersirat sebelum Thomas  benar-benar menemui Diana.
Thomas telah sampai di rumah Diana,,dan mereka sudah nampak berbicara.
“Jangan menatapku seperti itu,aku takut…” Diana sambil tertawa,
Dia memang tak tahu apa yang akan dikabarkan Thomas untuknya.Thomas pun tetap diam,dan tak lekas berhenti menatap Diana untuk mengumpulkan keberanian hatinya,ini lebih menakutkan daripada apapun yang pernah dia hadapi selama ini,ketika harus membuat kekasih yang begitu di cintainya bersedih.
”Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu,”,
”Apa Sayang? Katakanlah..”,
”Ini akan membuatmu sedih”
Senyum yang melingkar di wajah Diana mulai menghilang menelusup perlahan bersamaan telinganya mendengar ucapan Thomas,perasaan cemas mulai tumbuh memenuhi ruang di hatinya,Ada apa ini sebenarnya?
”Aku akan lebih sedih jika kamu tak segera mengatakannya”.Hening,hanya lirih suara angin berhembus-hembus menggerak-gerakkan dedaunan beserta menjatuhkannya ke kebisuan danau,dan sampai akhirnya….
”Aku ditugaskan ke aceh minggu depan…..”.Hening itu kembali datang,bahkan lebih menakutkan membawa serta galau di hati mereka,dan raut-raut muka yang datar.”.…aku tak tau lagi harus berbuat apa,disaat kita akan menikah harus ada tugas untukku dan itu harus membuatku meninggalkanmu untuk beberapa saat,ku mohon kau sabar untuk menunggu Sayang”,Thomas melanjutkan kabar buruknya tadi dengan sebuah permohonan untuk Diana,wanita yang begitu ia cintai,lalu ia menundukkan tatapannya,kesedihan ini terlalu memberatkan.
”Sampai kapan kamu disana sayang?”,
”Aku benar-benar tak tau”,dan masih menunduk..
”Sayang….”,Diana memanggil,Thomas segera menghadapkan wajahnya dan segera mengetahui bahwa Diana di sampingnya,sedang tersenyum menatap jauh air danau yang tenang.
”Kehidupan itu berjalan,tak akan berhenti dengan hanya kita menyesali hari lalu,dan takut dengan apa yang kita jalani sekarang,dan esok”,Diana melebarkan senyumnya,
”..tersenyumlah,,,,seraya menghadapkan badan dan wajahnya ke Thomas,”…hadapilah semuanya dengan baik,Tuhan merencanakan semuanya, mungkin ini yang harus kita lewati untuk kebahagiaan yang abadi,Aku sudah menerima dirimu,aku akan menunggu sampai kapanpun,Buktikan cintamu padaku dengan memenangkan ini,,,,,aku tahu kau akan kembali untukku”.
Keteguhan cinta yang menguatkan yang lainnya,mereka berpelukan,Thomas pun tersenyum dengan apa yang dikatakan kekasihnya,tapi ia mengenal Diana begitu lama,dia sangat tahu bahwa dibalik senyuman Diana itu ada kesedihan dan kegalauan besar yang berhasil disembunyikan di hatinya,
”Terima kasih Sayang”
 Ucapan terakhir Thomas tanpa melemahkan pelukan itu,karena ia tahu,jika ia sudah berangkat ke Aceh,akan butuh waktu lama untuk merasakan pelukan itu kembali atau mungkin takkan pernah lagi,tapi yang jelas,persiapan pernikahan Thomas dan Diana harus berhenti diperjalannya,berhenti untuk menunda. Semuanya sudah direncanakan dengan baik oleh Tuhannya.
 Hari semakin berganti,setelah matahari mulai berjalan,rembulan dan bintang dengan cepat mengikuti,kembali ada matahari kembali ada rembulan,begitu cepat Thomas merasakannya,dan hingga di suatu pagi tiga minggu kemudian,,,,Suara dari pesawat FOKKER 27 milik TNI yang berada dilandasan pacu KODAM Diponegoro telah didengar oleh para perempuan-perempuan dan anaknya, yang sangat menyakitkan.. Angin yang mencoba mengeringkan air mata di banyak wajah,tapi tak semudah itu..inilah pesawat  jahat yang memisahkan mereka dengan para suaminya,tapi harus bagaimana lagi ini demi tugas Negara dan semua memahami, ini pilihan mereka sendiri menjadi seorang dan seorang istri prajurit.Dibalik suara gemuruh dan berpasang-pasang keluarga itu,Thomas dan Diana telah memeluk satu sama lainnya.Hari ini Letkol Thomas berserta Batalyonnya berangkat menuju serambi mekkah untuk memulihkan stabilitas nasional yang terkoyak karena adannya gerakan separatis GAM.Diana tak banyak bicara,hanya air matanya tak henti-hentinya mengalir,
”Sudahlah Sayang,jangan menangis….”,berusaha jarinya menghapus air mata calon istrinya itu,”…..Aku semakin tak tenang bila kamu seperti ini,katamu kita harus tersenyum,lihatlah anak itu,dia tak menangis sedikitpun meski ditinggal ayahnya?”,
“Dia tak mengerti apa yang sedang terjadi!!!!”,
“Justru dia lebih mengerti,,,mengerti bahwa ayahnya akan pergi seperti biasa dan akan kembali tak lama kemudian… “
”Maafkan aku Sayang,aku hanya takut sendirian karena kamu tinggal”, tersedak-sedak karena tangisannya,
Aku janji akan selalu menelponmu untuk mengabarkan keadaanku dan untuk menemanimu”,
”Berhati-hatilah untukku”,Diana meminta.
”Iya,pasti”,Thomas segera  mencium kening Diana dengan begitu dalam,matanya terpejam,Doa,keyakinan,kasih sayang,semua tergambar di benaknya…
Semua pasukan telah berlari menuju pesawat ,urusan-urusan dengan keluarganya telah cukup sampai disitu.Seluruh prajurit TNI telah masuk,pintu pesawat telah menutup untuk menghalangi semuanya,pesawat itu dengan cepat melesat,terangkat oleh doa-doa setiap nyawa yang berada di sekililingnya,terbang ke barat laut…semakin kecil,kecil dan akhirnya hilang tertelan langit..
Dan di dalam pesawat…
Bang,hari ini aku benar-benar berada diantara Negara dan keluargaku bang,”,Thomas berbicara dengan Daniel,di sebelahnya.
”Begitulah, kau akan benar-benar mengalahkan bidikanku Dan,”,
”Semoga saja”,
Thomas hanya termenung mengintip dibalik jendela untuk sekedar menyaksikan hamparan awan di luar pesawat,Putih….tunggulah pernikahanku aku akan buat seperti awan ini,,indah sekal… tunggu Diana.Dengungan mesin pesawat membuatnya tak sabar tentang bagaimana keaadaan Nanggroe aceh darussallam saat ini dan keinginan untuk segera menyelesaikan peperangan telah memuncak di hatinya,,tak akan kubiarkan ini menghalangi pernikahanku.
Guncangan pesawat telah mengabarkan kepada semua manusia didalam tubuhnya. bahwa mereka telah sampai di medan pertempuran.setelah keluar dari pesawat semua pasukan mengikuti briefing oleh petinggi TNI disana untuk menentukan dimana mereka harus ditugaskan,..dan Bireun adalah kota dimana Letkol Thomas dan pasukannya ditempatkan.Truk-Truk pengangkutpun telah membawanya kesana dengan sukarela.panas dan terik.ketakutan dan ancaman.telah terbuka lebar.



BIREUN,21 Mei 2003.   14.30 WIB
 Semilir angin sedikit menghapus panas,daun kering terlempar menyusuri tanah.Kehidupan manusia tetap berjalan seperti bagaimana biasanya,lalu lalang,perdagangan,dan kepentingan,semua tak terhenti,hampir seperti tempat yang nyaman.Tapi semua mengetahui apa yang sedang terjadi disini,pemberontak-pemberontak sedang bersembunyi,dan si pemburu tengah mencari-cari.Beberapa hari yang lalu beberapa orang tak bersalah tak sengaja tertembak mati di tempat ini,warga sipil sangat ketakutan dengan peperangan,tetapi apakah hanya dengan berdiam diri dirumah,mereka akan memperoleh makanan?tak kehilangan pekerjaan?,itulah alasan terkuat untuk warag aceh tetap melakukan semua aktifitasnya,tapi mereka harus lebih berhati-hati,jika ada suara tembakan mereka harus segera pergi sejauh mungkin,hanya satu doa yang selalu di ucapkan seluruh masyarakat aceh,dipagi hari,dipetang yang datang,disetiap mereka menghela napas,Semoga ini cepat berakhir……
Tanggal 18 Mei kemarin Presiden Megawati telah memberi izin penuh untuk melakukan operasi militer di Aceh,OPERASI TERPADU.Tujuannya adalah untuk menghentikan pemberontakan ini,menyerah atau mati hanya itu yang ada untuk GAM sekarang.Thomas dan pasukannya sedang melaksanakan tugasnya,setiap hari mereka harus mencari pemberontak untuk menananyainya antara dua pilihan itu.Thomas bertanya dengan mulut laras panjangnya AK-47 yang ramah,ketika bunyi tembakan yang sudah berlangsung lama dan  GAM tetap mengibarkan benderanya sendiri,bukan merah putih ataupun putih saja,berarti mati adalah jawaban mereka,dan tak ada pilihan ketiga untuk Letnan kolonel Thomas dan pasukannya selain membunuhnya,walaupun itu adalah saudaranya sendiri.
Dan tepat disaat ini,Thomas dan pasukannya sedang kontak senjata dengan pasukan GAM di  hutan jati di Bireun,pelosok yang jarang dijangkau orang,karena tempat seperti inilah yang sering dijadikan markas-markas kecil GAM.Saling tembak tak terelakkan lagi,bergantian,dan keinginan untuk menghabisi semakin besar.
”Dooor,,,”Akkkk”
Salah satu tentara GAM yang berada di garis terdepan tertembak lagi, tergeletak,terkena tembakan di dadanya,,,Temannya tak ada yang berusaha menolongnya,,karena jika mendekat pasti juga akan tertembak oleh peluru pasukan Thomas,dan memang sudah banyak anggota GAM yang mati tertembak sejak tadi.
”Menyerahlah !!,Atau kalian semua  akan mati!!”
            Thomas meneriakkan peringatan yang sangat bijaksana,Dia memang selalu menginginkan anggota GAM menyerah,jadi mereka tak perlu terbunuh.Menurut pasukannya,Thomas adalah komandan yang memang sangat bijaksana,sebelum berangkat bertugas Thomas selalu mengatakan,
“Jangan ada yang sampai menggunakan pelontar granat tanpa perintahku,Itu akan membunuh semuanya,kita pakai senapan saja,kita tunggu GAM menyerah,dan siapa yang melanggarnya,berarti dia mengkhianatiku,”Sungguh pemimpin yang bijak yang memikirkan orang lain,jadi tak berlebihan jika para anggot pasukan yang dipimpin Thomas sangat menghormatinya,,termasuk Daniel..
Ternyata anggota GAM yang masih hidup,tak menanggapi yang diteriakan Thomas,Akhirnya merekapun memutuskan untuk lari,berusaha menyelamatkan kekuatan yang masih tersisa.Kenapa kalian lari?kalian akan tetap terbunuh,meskipun yang melakukannya bukan pasukanku,,Thomas hanya mencoba menceritakan apa yang akan terjadi,di dalam hatinya.
Anggota GAM yang tertembak terakhir itu sebenarnya masih hidup,,walaupun sudah tak bisa berbuat apa-apa,temannya telah meninggalkannya,dia hanya bisa menatap langit,Siapakah yang segera aku lihat,manusia yang ingin menyelamatkanku atau malaikat yang akan mengangkatku?pertanyaan yang sangat menakutkan untuknya saat ini.Lalu Thomas segera menghampiri,,,
“Cepat Panggil Ambulan,,,Dia masih Hidup”
“Tak mungkin Komandan,,ambulan tak mungkin bisa menjangkau tempat ini,,,”
“Cobalah dulu!,suruh tim medis  mengusahakan  ketempat yang paling dekat dari sini,nanti kita bawa orang ini kesana,,”Thomas membentak..
“Baik Komandan”  Anggota itu segera menuju ketempat radio kontrol untuk menghubungi tim medis di kota Bireun.Maafkan aku,,aku hanya ingin menyelamatkan orang ini…hati Thomas menjelaskan alasan dari bentakannya,yang mungkin menyakiti hati dari pasukannya tersebut.
“Bertahanlah,tim medis akan segera datang,,,”,Thomas menarik tubuh anggota GAM itu ke atas pangkuannya,sambil berusaha menahan darah yang keluar dengan kain.Anggota GAM itu menatap Thomas dan berkata,
“Bayangkan jika kamu menjadi anak yang tak pernah didengar,kamu pasti akan melakukan apa saja agar mereka mendengarmu,dan bayangkan jika mereka memilih makanannya dengan bersendau gurau,sedangkan kau kelaparan disini,tidakkah kamu merasa marah?,kami hanya ingin kehidupan kami lebih baik,semoga dengan kematianku ini,mampu menyadarkan……”.kalimatnya terhenti,matanya pelan-pelan menutup,nafas yang tersengal-sengal telah berhembus perlahan.dan tubuhnya menjadi dingin,,,,nyawa,perasaan,dan perhitungannya telah terangkat oleh Tuhan.
“Jangan hubungi tim medis,dia sudah pergi…”
Tiada rasa yang mereka miliki selain perih saat membawa mayat-mayat tentara GAM yang mati,karena Thomas sangat mengerti siapa yang sedang ditangannya.anak-anak bangsa yang terjerumus, terlalu mencintai bulan bintang yang menempel di dada kirinya ataupun di terlilit dilengannya.
Malam dan siang bergulir,,kemarin,,hari ini,,,dan hari esok ,,,terus berjalan.malam tak ditandai dengan suara tembakan yang berhenti,rasa sakit begitu dekat,sedekat rasa menyakiti.Aku tak ingin menyakitinya,aku hanya ingin membuatnya cepat kembali ke jalan yang benar dan kembali menjadi anak bangsa Indonesia lagi,dan tentu saja,agar aku cepat kembali untuk Diana,.
SEMENTARA ITU…DI SEMARANG
Jam dinding menujukan pukul delapan malam,di ruang keluarga,terlihat seperti keluaga yang sangat bahagia,Diana dan ibu bapaknya,bersanding hangat dikursi panjang,dan di meja depannya berjajar pula tiga gelas teh yang kehangatannya hampir sma dengan keluarga kecil itu.Diana memang anak yang sangat disayang kedua orang tuanya,betapa tidak,dia anak satu-satunya yang diharapkan bisa meneruskan keluarga kecil ini.Kedua orang tuanya berusaha sekuat mungkin untuk memanjakannya,dan yang paling penting adalah kebahgiaan Diana.
“Mana sih acara TV yang bagus,tidak ada berita ya jam segini?”
“Ya tidak ada Na,Eh kamu sudah sholat isya’ belum?
“Sudah ,mau lihat perkembangan di Aceh Pak”
            Kekawatiran Diana memang begitu besar,tapi apa yang bisa ia lakukan?selain melihat keadaan Naggroe Aceh Darussalam dari televisinya,dan membesarkan doa-doanya untuk perdamaian itu segera terwujud.
“Oiya,Bagaimana nak Thomas Na?”Ibunya ingin tahu kabar calon menantunya.
“Dia baik-baik saja bu,tapi memang  sudah agak lama telfonnya,sekarang dia ataupun Diana belum nelpon lagi”
“Syukurlah kalau Nak Thomas baik-baik saja,ya mungkin dia sibuk Na,Sudah lama juga ya nak Thomas disana,terus kapan dia pulang dari tugasnya itu?”
“Belum tau Bu,Aceh juga belum stabil kondisi disana”, Semua memang tak tahu dan tak akan pernah mengetahui kapan Thomas pulang,selain Dzat Yang Maha Mengetahui dan yang menakdirkan perang itu terjadi..Tuhan mereka,yang menerima doa-doa stiap manusia yang meminta,termasuk doaThomas,Diana,beserta keluarganya…
“Ya begitulah jadi istri seorang tentara,kamu harus sabar Na”
“Bapak ini,nikah saja belum Pak,”
            Bukan hanya Thomas saja,bapaknya juga member nasihat yang sama.Aku sudah sering dengar itu dari Thomas pak,iya aku akan mencoba  sabar,karena memang aku sudah terlalu mencintainya,tapi kalau berpisah lama seperti ini,kadang aku juga merasa sakit karena sesuatu yang tertahan.Diana menceritakan tentang perasaan hatinya,kepada dirinya sendiri.Tapi mengapa Diana tidak marah-marah ke Thomas seperti dahulu?padahal waktu tak bertemu kali ini jauh lebih lama dari yang kemarin...Ingat,,itu hanyalah sebuah trik manja dari cinta,yang sering menyakiti salah satu ataupun keduanya.dan saat ini Diana menyadari bahwa trik itu tak bisa digunakan untuk keadaan seperti sekarang,karena memang Thomas tak bisa menemui Diana walau dengan cara apapun.
“Sebentar lagi kan,,kan tinggal nunggu nak Thomas pulang?,kita doakan saja agar semuanya cepat selesai dengan baik, dan pernikahanmu segera dilaksankan,ibu sama bapakmu ingin segera menimang cucu Na”Ibu Diana menyahut dengan keinginannya..
Memang tak ada yang dibanggakan orang tua selain anak-anaknya,lalu cucu-cucunya,untuk sekedar meneruskan sebuah keluarga,mewarisi darah dan  untuk sebuah lambang dari kelanggengan cinta kedua orang tua itu.Seperti yang di impi-impikan Thomas dan Diana….Dan rasa itulah yang kini sedang dirasakan kedua orang tua Diana,Diana sudah cukup membanggakan dan sudah bisa dibanggakan oleh kedua orang tuanya,bagaimana tidak,sejak kecil Diana selalu menuruti apa yang dikatakan bapak ibunya,Diana tumbuh menjadi gadis yang selayaknya seorang gadis sejati,lumayan cerdas dan memiliki rupa yang rupawan,dan yang lebih membanggakan lagi sekarang,Diana sudah dipinang oleh seorang tentara,yang dimata orang tuanya adalah sosok orang yang kuat,bertanggung jawab, mampu memimpin keluarga, abdi Negara yang berharga diri tinggi dan  mapan.Dan yang terakhir inilah yang sebenarnya membuat orang tua Diana merestui pertunangan anaknya dengan perasaan bahagia.
Kemapanan adalah sesuatu yang dapat malancarkan atau bahkan menghalangi jalan menuju pernikahan.Semua orang tua di bumi ini selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya,mengharapkan kebahagiaan untuk anaknya,dan menurut pertimbangan mereka, kemapanan adalah hal yang cukup mempengaruhi,karena mereka sudah merasakan sendiri bahwa memang kehidupan itu penuh dengan kebutuhan yang kadang hanya bisa diselesaikan dengan uang,semua orang tua pernah mengalami bagaimana rasa sakitnya bila sebuah keluarga yang tak bisa memenuhi satu atau dua kebutuhan itu,maka tak jarang pula mereka tak merestui pernikahan anaknya dengan kekasihnya bila hanya cinta yang menjadi dasar,ini bukan pembelokan dari arti sebuah pernikahan tapi,hanya alasan-alasan tadi memang begitu nyata dan amat terasa,,dan seorang anak kadang tak bisa menerimanya,karena dia tak mau mengerti dan hanya belum mengerti.
“Ah ibu,Diana tertawa…”Iyaya Bu,Diana selalu mendoakan Thomas Bu,dan kami akan memberikan cucu yang terhebat untuk Ibu sama Bapak”,Diana tersenyum dan memeluk ibunya,”Eh” Tiba-tiba Ia melepaskan pelukan hangat untuk ibunya,”Diana mau mengerjakan pembukuan dulu ya Pak,Bu,besok ada pertanggung jawaban”.
“Iya,Na Tehmu habisin dulu nak,dia sedih lo kalau ndak kamu minum?”
“Oiya,,bu,ibu bisa aja,”Dia tertawa lagi, dan setelah menghabiskan tehnya dia lantas kekamar.
“Diana kasian juga ya Pak,dia terlihat sedih, anak itu ingin sekali segera menikah,”
“Iya Bu,Bapak sebenarnya juga sedih lihat Diana seperti itu,tapi mau bagaimana lagi Thomas adalah pilihannya,kita kan hanya ingin melihat Diana bahagia. Sudah berapa lama sih Bu,Thomas di Aceh?”
“Sudah tiga bulan Pak,”
“Sudah lama juga ya”
“Iya pak,sudah lama juga.” 
Diana memang terlihat tertawa,tapi tawa itu tak menandakan hatinya bahagia,kebahagiaan hati masih jauh  lebih dalam,yang mampu membuat seluruh tubuh bergetar.Kesedihan Diana memang sangat beralasan,Thomas adalah cinta sejatinya,bagaimana rasanya bila seseorang terpisah dengan orang yang dicintainya,karena cinta itu memang membahagiakan hati.Diana hanya terpisah beberapa bulan,tapi kebahagiaannya sudah terlihat hilang,dan bayangkan jika saja seseorang yang terpisah dengan seorang yang membahagiakan hatinya untuk selamanya, karena orang tuanya melarang pernikahan itu hanya sebuah kemampanan atau harga diri yang belum terpenuhi?bukankah itu sesuatu yang sangat jahat?
Semua orang mengetahui pernikahan adalah suatu ikatan cinta yang suci,tapi bagaimanakah rasanya seseorang tak bisa mengikatkan cintanya yang suci? dan mungkin akhirnya dia terpaksa menikah dengan orang yang tak dicintainya,itukah kebahagiaan? dan bagaimana orang tua bisa mengatakan ini demi kebahagiaan anaknya? sungguh keterbalikan yang pedih,bisakah seorang anak  mengatakan bahwa orang tuanya tidak membelokkan arti sebuah pernikahan? ataukah memang orang tuanya dulunya tak pernah merasakan rasa seperti itu?, diapun tak mengerti,yang dia mengerti hanyalah  keyakinannya begitu kuat bahwa  kebahagiaan dan ketentraman hati itu akan dia dapat dari seseorang yang dia cintai lalu Tuhannya akan memberi kemapanan dan harga diri itu seiring berjalannya waktu dan seiring perjalanan pernikahannya,tapi orang tua kadang tak bisa menerimanya,karena mereka tak mau merasakan dan hanya belum merasakan.
BIREUN,NAD ,Agustus 2003
Disela hari-hari panjang yang terjejal rasa sakit,kematian,dan ketidaktenangan ini, Thomas memang beberapa kali menelepon keluarganya ataupun Diana,untuk sekedar mengabarkan kabar,mengobati rindunya diatas luka-luka tembak yang sering ia lihat,,,dan untuk membunuh ketakutannnya,musuh yang paling kuat untuknya sekarang,,,
Halo sayang,bagaimana kabarmu?aku baik-baik saja,aku rindu denganmu”.Thomas membukanya.
”Aku juga baik,aku sangat mengkhawatirkanmu Sayang,bapak sama Ibu baru saja menanyakan keadaanmu,mereka juga mengkhawatirkan menantunya yang sangat mereka sayangi”
”Tenanglah.aku baik disini  Sayang,bilang ke mereka juga,aku juga sangat menyayanginya,tapi tak melebihi rasa sayangku untuk anaknya..tunggulah dan doakanlah aku ya Sayang,,,,”,
”Aku sudah terbiasa menunggumu tapi tidak dengan perasaan seperti ini,”
Pembicaraan Diana dan Thomas terus berlanjut,melewati malam,rasa cemas memang selalu menjadi pendorong yang hebat untuk sebuah keinginan bertemu,hanya saja keadaan benar-benar menghalangi.Mereka berharap setiap pembicaraan yang mereka lakukan,akan sedikit menenangkan masing-masing.
”Iya,,tapi tenanglah aku berjanji untukmu,aku akanmen jaga diribaik-baik dan  kembali untuk pernikahan kita,,,,,sudah dulu ya,Aku lelah sekali,mau istirahat dulu”,
”Jaga dirimu untuk kita,Sayang..”,Entah rasa dari mana,kekhawatiran yang beralasan dirasakan begitu besar oleh Diana,
”Pasti”,
 Thomas kembali berkumpul dengan teman-temannya untuk beristirahat,sebelum bristirahat Thomas selalu menghadap Tuhannya,menyembah Yang Maha Esa,menjalankan kewajibannya dan sekaligus meminta haknya,yaitu doa yang terkabulkan.Yaa Alloh cepat selesaikanlah ini…..Dan setelah itu,binatang malam bersuara menyertai serakan daun dihembus.Mata,pikiran,dan keinginan Thomas telah menutup.Hanya nafas dan mimpinya yang mengarungi malam ini.
Suara adzan subuh mulai membuka hari selanjutnya…semua yang mendengar, patutnya merasa bersyukur,nyawanya masih mampu membukakan matanya termasuk untuk Thomas dan pasukannya ketika mereka sedang berada di tempat konflik seperti sekarang ini.Mentari telah terbit,seakan mengajak manusia untuk bersama-sama melewati hari ini,hanya saja Dia di langit,sedang manusia di bumi.
”Bang,sudah tiga bulan lebih kita disini,kapankah ini akan berakhir Bang ya?”,
”Kita semua tak tahu Dan,semoga semuanya cepat berakhir,
”Iya Bang,kepikiran calon istri Bang,dan selalu ingin cepat pulang”,
Daniel langsung menatap mata komandan,setelah mendengar kata-kata itu,dan menjawabnya,
”Saya tahu benar Dan apa yang kamu rasakan,tapi apakah gara-gara cinta,merubah kamu  dengan apa yang sudah menjadi kehidupanmu,kami semua punya keluarga,tapi bukan itu  yang kami rasakan,justru sebaliknya,Kau tak akan pernah bisa membidik dengan perasaanmu seperti itu”,
Thomas tercengang,terdiam, dan masih terdiam,Oh..iya,,Tuhan mengapa aku seperti ini?Thomas menyadari kesalahannya dengan begitu dalam,memang tak seharusnya ia merasakan dan mengatakan itu,
”Maafkan aku semuanya..”,
”Sudahlah kita lakukan lagi tugas kita Dan,ayo lekas bersiap-siap”.Daniel menambahkan.
Thomas dan pasukannya kembali menjalankan tugasnya untuk Negara,.Berjalan dan menyusuri.berusaha menemukan,menurunkan dan membakar bendera bulan bintang GAM yang terpasang,seperti yang setiap hari ia lakukan,karena sungguh memang tak layak bendera itu berkibar.Menyusuri lekuk-lekuk jalan dengan truk angkutnya,,
Sembari mengamati tempat yang dilewatinya,dia merenungkan perkataannya tadi pagi,Mengapa aku menjadi seperti ini,,,Diana seharusnya membuatkau lebih kuat,aku merasa diriku pengecut,apa bedanya aku dengan GAM?..Tidak,,aku tidak boleh seperti ini,,Dia meneguhkan hatinya,,Diana,,aku akan segera mnyelesaikan ini,untuk kembali untukmu,dan Mati dalam medan perang adalah Suatu kebanggaan,,, jika saja aku mati tertembak  disini, pasti kau akan menangis hanya disaat kau masih bisa melihat jasadku,,dan setelah aku terkubur,kau dan keluaargaku akan bangga denganku di sepanjang kehidupan kalian…….Baiklah Tuhan,aku menyerahkan semuanya kepadamu….Sesuatu miliknya  telah kembali setelah beberapa waktu yang lalu dia kehilangannya….Keberanian itu….
“Berhenti,,berhenti!!!,Salah satu pasukan memberi tanda ke kemudi.
“Ada apa?” Thomas tersentak.
“Lihat itu,bendera GAM,,”              Flag of Aceh.svg 
Semua pasukan menghadapkan matanya kearah bendera itu,bendera yang terikat sebatang kayu dan terpasang di sebuah pohon besar yang kokoh,hanya saja tempat ini agak sepi.hanya satu dua orang yang lewat dijalan sebelahnya,tapi diantara orang yang lewat itu,tak satupun yang nampak seperti anggota GAM,mereka tak nampak berbahaya,tapi Thomas dan pasukannya harus sangat berhati-hati,karena dalam saat seperti ini mereka tak bisa melihat keberadaan musuh,mungkin bendera itu digunakan GAM sebagai umpan untuk tikus yang harus mereka singkirkan,mungkin GAM sedang bersembunyi dan mengawasi,bukankah sesuatu yang diawasi itu lebih lemah daripada yang mengawasi?dan Tuhan lah yang paling awas penglihatannya diantara langit dan bumi.Maka Thomas selalu meminta kepada Dzat yang maha kuat itu,Selalu selamatkan lah kami semua Ya Alloh…
“Ayo kita turunkan,tapi kita harus berhati-hati,mungkin mereka sedang bersembunyi dan mengawasi kita,seperti biasanya,ini hanya umpan”,Thomas tak sulit menyadari hal itu,karena dalam kehidupan kemiliteran,ini adalah strategi perang yang jitu.Semua pasukan itu turun dari truknya,mata mereka berusaha secermat dan sejauh mungkin mengendus keberadaan musuh yang selama ini mereka habisi.
Perlahan-lahan satu peleton TENTARA NASIONAL INDONESIA itu berjalan.melangkahkan kakinya mendekati,seperti yang mereka setiap hari lakukan,tapi entah kenapa Thomas agak khawatir dengan saat ini,Insting seorang pemipin Thomas, telah membisikkan bahwa anak buahnya dekat dengan bahaya.Jalan dengan lokasi bendera hampir lima puluh meter.selangkah,selangkah lagi,kewaspadaan terus terpelihara di mata,telinga dan pikiran mereka.
“Tetap hati-hati,dan maju perlahan-lahan”
            DANYON Thomas harus memikirkan semuanya,melihat keadaan semuanya,perintah yang yang menakutkan harus terpaksa terucap dari mulutnya,tapi saat-saat yang membingungkan seperti ini harus mereka hadapi,sebagaimana telah mereka renungkan sebelum mereka masuk di AKADEMI MILITER untuk menjadi pembela bangsa INDONESIA.
“Dooor”…..

            Semua tercengang,suara itu benar-benar membuat semuanya terkejut,,”Awasss”….dengan naluri tak tertembak yang sudah sekian lama mereka pelajari,membuat mereka begitu cepat menyembunyikan tubuh-tubuh mereka dari peluru-peluru lain yang mungkin akan datang dengan  begitu bengis.Beruntung saja peluru pertama yang menyapanya,tak tepat menerpa tubuh Thomas dan pasukannya,peluru itu mengoyak pohon tempat berdera GAM terpasang yang sedikit lagi berhasil mereka raih.Benar dugaanku,,,,Semua menyadari kebenaran nalurinya…..
Tak berselang lama,setelah mereka menemukan tempat perlindungan yang aman untuk semua tubuhnya,segeralah mereka membalas keramahtamahan dari sang tuan rumah,
“Doooo,,dooorr,doooorr”..
Mereka menyadari betul ini bunyi dari senapan di tangan mereka sendiri,,, yang mereka arahkan ke musuhnya,yaitu segaris lurus dengan lubang yang terbentuk dipohon,
“Tolong,,,tolonnggg“,Suara laki-laki dan perempuan bersahutan,dan menyatu dalam tangis ketakutan yang amat terasa dalam jeritannya,,Siapa itu?….Siapa yang tertembak?,pertanyaan yang sama yang ada di semua kepala anggota TNI tersebut,,,Sumber suara itu dari belakangku…reflek yang juga sudah mereka pahami di latihan kemiliteran,,,dan mereka serentak menengok kebelakang,,
“Astaga”…”Ya Alloh”
Benar saja,dua orang merunduk ketakutan,menangis menjerit-jerit,di sebelah truk angkut Thomas yang berada di jalan,seorang laki-laki tua,dan seorang perempuan yang masih terlihat muda,kemungkinan itu adalah anaknya.Di depan dua orang itu tergeletak sepeda yang seperti terlempar,,
“Tolong..kami..”Teriakan dan tangisan itu semakin keras,beradu dengan kerasnya suara tembakan,,,
“Bagaimana ini komandan?”,salah satu anggota pasukannya menanyakan pada Thomas,,Thomas sangat tahu alasannya,karena jika tak menolong kedua orang itu,pasti keduanya akan tertembak,dan jika mereka menghampirinya untuk menolongnya,merekalah yang kemungkinan tertembak,dua pilihan yang sangat menyakitkan.Bagaimana ini ya Alloh? Thomas terus menanyakan pada Tuhannya,karena DIAlah satu-satunya yang bisa dimintai apapun oleh Thomas termasuk keselamatan.  Beberapa saat pikiranya bergelut dengan Hatinya. Hatinya mengatakan sebab, yaitu rasa ingin menolong dan tanggung jawabnya sebagai pelindung rakyat ,sedangkan pikirannya meneriakan akibatnya yaitu tertembak.Inilah tugasku,bagaimana aku bisa melihat orang tak bersalah mati di hadapanku,apa gunannya aku ini.Baiklah,,,Ya Alloh Tuhanku,aku berniatnya menyelamatkannya,ku tahu Kau akan menyelamatkan hambamu yang ingin berbuat kebaikan,Amin..Rupanya suara hatinya masih lebih kuat,,
“Biar aku yang menolongnya..”
“Tapi komandan??”
“Kita harus selamatkan mereka,kalau tidak mereka akan mati,lihatlah mereka sudah tak kuat berdiri karena ketakutan”,Thomas memperkeras kinginannya.
“Bang!!”
“Siap komandan”,
“Pimpin pasukan”
“Siap!”
            Bismillahirahmanirahim,,,,Thomas segera mengayunkan kakinya untuk berlari menuju kedua orang itu,sambil membungkukkan badannya agar tak terkena tembakan,,meleati semak belukar beberapa saat kemudian Thomas sudah berada di hadapan kedua orang tadi,tanpa banyak bicara,Thomas segera meraih kedua tangan itu dan segera menariknya,,”Ayo cepat!”,Thomas membawanya ke belakang truk pengangkutnya,dan terus membawa jauh kebelakang,,hingga menemukan jalan untuk berlari ketempat yang aman,,
Thomas tiba-tiba berhenti,,
“Ini sudah agak aman,cepat pergilah dari sini,”sambil memandang keduanya,
“Terimakasih banyak Pak,sekali lagi terimaksih” Pak Tua itu benar-benar tak tahu lgi harus mengucapkan apa untuk mewakili perasaanya,yang sangat bersyukur ada seseorang yang menyelamatkan hidupnya dan hidup anaknya,
“Iya Pak,sama-sama,,cepat pergilah,,”
“Baiklah”,
            Akhirnya anak dan bapak itu meninggalkan Thomas,mereka saling pandang,tapi Thomas lebih berkosentrasi pada si gadis itu,wajahnya rupawan dengan mata merah karena tangisannya,,,Diana…dia menjadi ingat calon istrinya,,dan gadis itu juga terus memandangi Thomas,sampai akhirnya keduanya tak terlihat lagi…Aku harus cepat kembali…Terimakasih ya Alloh,kau telah menyelamatkan kami…Dia segera memutar tubunya dan segera berlari dari situ,menuju teman-temannya yang sedang berjuang. Thomas segera menggegam senjatanya,apakah masih ada peluru yang siap digunakannya untuk GAM.Aku tak ingin melukainya,apalagi membunuhnya,aku hanya ingin menyadarkan mereka untuk kembali lagi ke Indonesia,andai saja mereka menyerah dengan damai,,pertentangan batin yang biasa dirasakan anggota TNI.
            Daniel yang bersama pasukan,sering menengok kebelakang,Ada apa dengan Thomas,dia lama sekali? Memang Daniel lah yang mempunyai ikatan batin paling kuat dengan Komandannya itu, atau jangan-jangan salah satu dari mereka tertembak,atau komandan yang tertembak? Semua bisa terjadi dalam perang,hati Daniel mulai gelisah,,
Door…dorrr
Suara dentuman tembakan itu masih belum berhenti,,masih begitu menakutkan dan terdengar mematikan.Aku harus cepat,,Thomas sudah tidak sabar untuk melawan musuhnya,gadis tadi mengingatkan dirinya pada Diana,,pada pernikahannya,,jadi semangatnya begitu tinggi di seluruh tubuhnya.Dia sudah di belakang truknya,,,menggeser-geser tubuhnya perlahan-lahan,hingga dia bisa melihat pasukannya,dan tinggal lari dengan agak membungkuk,dan sampai.Tapi inilah tahap yang paling sulit.
Daniel kembali menoleh kebelakang,dia sudah agak lega karena melihat komandannya ternyata masih hidup,yang sedang menunggu waktu yang tepat untuk kembali kepadanya. Saat-saat seperti ini pun sudah terbiasa Thomas pelajari di Sekolah KEMILITERANNYA,dimana saat-saat musuh mengisi amunisinya,dan saat itulah mereka berhenti sejenak untuk menembak, Inilah saatnya..!!Dia berlari kencang.
“Door,,”
Mendengar suara itu Thomas agak membungkuk lagi sambil tetap menatap ke depan dan berlari lebih kencang,lebih erat genggaman senapannya,,Ditengah perjalan itu,,,
“Dooor,,,,”,,”Akkkhhh”
Thomas berteriak kencang,hingga semua pasukannya menoleh kebelakang,,Apa yang terjadi?
“Astagfirullah,Ya Alloh,,Komandan..”.Semua berteriak,apa yang mereka lihat adalah sesuatu yang sangat menakutkan,Thomas tersungkur,apa yang terjadi dengan Thomas?
Thomas terguling-guling ditanah,Sakit,,sakit,, bukan Diana bukan kelurganya,hanya rasa sakit itu yang sekarang yang ada di pikirannya.Rupanya sebuah peluru dari musuhnya,menerjang tepat dilutut kanannya,Dia memeganginya,,,dan yang lebih membahayakan lagi, Thomas sedang berada ditengah perjalanan,tak ada semak ataupun pohon yang menghalangi pandangan musuh terhadapnya, sangat mudah untuk menembak dada atau kepala Thomas,dan tentu saja kematian Thomas tak begitu sulit dan tak begitu lama lagi,,mungkin tinggal beberapa detik dari sekarang,,Ya Alloh lindungi aku,sambil menangis menahan sakitnya,
Dengan begitu cepat ia menyadari,Jika Aku tetap disini aku akan mati, mungkin benar,bisa saja peluru lain sudah dan sedang berjalan untuknya,tapi masalahnya sekarang, kemana dia harus berlindung ?, tiba-tiba ia ingat pohon agak besar yang ia lewati ketika lari tadi,tempat yang cukup untuk berlindung, dia harus kembali kebelakang.
Dengan ketakutan yang besar, dan sisa kekuatan yang kecil dia coba menyeret tubuhnya sendiri ,kekuatan itu didapat dari kedua tangan dan satu kakinya,dia melalukannya dengan cepat, air mata dan bercampurnya berbagai perasaan di hatinya,,membuat penyelamatan untuk dirinya itu terlihat menyesakkan  hati,terutama hati semua pasukannya, kejadian itu begitu cepat,,tapi secepat itu pula teman-teman Thomas menyadari bahwa tembakan dari GAM semakin gencar,kalau mereka memutuskan berlari dan menolong Thomas,maka mungkin yang akan terjadi selanjutnya adalah Anggota GAM  tertawa-tawa sambil membawa semua mayat TNI sebanyak itu dari situ.
Para pasukan hanya berteriak-teriak memanggil Komandannya dan juga memanggil-manggil Tuhannya.
Tinggal sedikit lagi, Thomas terus mengandalkan tangannya dan masih menyeret tubuhnya,memang cara inilah yang terbaik untuk digunakan,jika ia memaksa berdiri dengan satu kakinya dan berjalan,itu akan membuat Thomas terlihat menyerahkan tubuhnya untuk GAM tembaki.
“Dooor”Aakkhhh,hhhaaaaaaaa,,Allohu Akbar”
Mengerikan,,,Satu peluru lagi mengenai Thomas,,Apakah ini menjadir akhir dari hidup Thomas?Manusia tak ada yang tahu,yang jelas Thomas sudah terlihat tak bergerak,dan mencium tanah.
Sekarang Thomas harus mengalami sendiri,kejadian-kejadian yang sudah dia lihat selama bertugas di Bireun,dua orang yang ketakutan yang baru saja di tolongnya,,ketakutan  itu sekarang ia rasakan sendiri,,,kepedihan seperti tentara GAM dulu,yang tertembak dan temannya tak ada yang menolong, hingga ia mati,,apakah akan dialami Thomas saat ini?, mungkin saja.,,Thomas hanya mampu melihat  tanah kering tepat yang didepan kelopak matanya,,Dan dimanakah letak peluru kedua yang bersarang pada Thomas,di dadanya?di kepalanya?atau ditempat yang lain?...Hanya Thomaslah yang tahu pasti dimana itu,tapi dia sudah tak kuasa melihat ataupun memegangnya….Aku akan mati,,Ya Alloh ampunilah dosaku…
Daniel dan pasukannya hanya tercengang,bagaimana tidak,mereka melihat dengan mata kepalanya sendiri,orang yang begitu memikirkan keselamatan mereka dan orang lain,yang selama ini memimpin mereka,bersama mereka,tersungkur oleh peluru-peluru GAM,dan mereka tak tahu,apakah orang yang juga selama ini mereka hormati itu masih hidup atau sudah mati.Terlebih Daniel,hubungan Adik dan Abang yang Dia dan Thomas jaga selama ini,membuatnya meneteskan air mata persaudaraan itu,dia begitu terguncang melihat apa yang baru saja Adiknya alami.Tapi, setitik keyakinan dari hati kecilnya mengatakan,Thomas masih hidup,,Daniel sempat melihat, cipratan darah untuk tembakan yang kedua terlihat dari kaki kanan Thomas lagi, bukan dada atau yang lainnya,jadi Thomas itu harus segera di sembunyikan ketempat yang aman,Daniel akan melakukanya..
“Semuanya!,,,lawan kembali mereka dan cepat hubungi tim medis….!!”Daniel berteriak memberi perintah kepada semua pasukan.
“Siap!!”…
Kejadiannya begitu cepat,,Tanpa pikir panjang dia membuang senjatanya,,dan berlari menuju Thomas,dan yang lain kembali menembaki anggota GAM,perang dimulai lagi.
Aku tak bisa membiarkan dia mati,,,semakin cepat,semakin dekat,,dan sampai…Daniel segera menarik badan Thomas,menyeretnya,,dan membawanya kebelakang pohon yang ingin di tuju Thomas tadi,,Akhirnya Thomas dan Daniel sudah bersembunyi dengan aman.Benar dugaannya, Thomas sudah tak dapat bergerak bukan karena dia sudah mati,Thomas hanya kehabisan tenaga dan kehilangan cukup banyak darah,,Daniel sudah memeriksanya dengan teliti dan ternyata…….Apa!? hati Daniel berteriak,,peluru kedua itu kembali mengenai lutut kanannya…
Thomas masih mampu melihat, sesosok orang telah menyeretnya, yakin sekali dia adalah Daniel kakaknya, walau matanya sudah tak bisa membuka dengan lebar. Ternyata nasib Thomas masih lebih baik daripada anggota GAM yang tertembak dulu, Thomas masih punya malaikat penyelamat yang datang untuknya, jadi masih ada tambahan waktu sedikit untuk mempertahakan nyawanya.karena walaupun Thomas tak akan tertembak lagi,darah dari luka tembak yang parah tadi terus  mengalir,sebenarnya Danielpun sudah berusaha menutup luka itu dengan segala cara tetap saja tidak bisa,lukanya terlalu lebar untuk dua peluru dalam tempat yang sama.
“Bertahanlah Dan”.Hanya itu yang bisa di ucapkan Daniel,
Thomas berusaha mengerakkan bibirnya, sepertinya dia ingin mengucapakan sesuatu,, “Ba,,bang,…”.terputus-putus,”Terima ka,,kasih”..Ucapan itu memang sangat tak berharga untuk membalas keberanian Daniel mengorbankan nyawanya,untuk nyawa Thomas.Thomas memang tak
menyangka akan ada seseorang yang menolongnya, menurut keyakinanya pengorbanan seperti ini hanya akan ditemui film-film, atau cerita-cerita fiksi, tapi Abangnyalah yang membukakan mata dan pengertian Thomas bahwa pengorbanan hebat ini benar-benar terjadi di dunia nyata,dan sekarang terjadi pada dirinya..karena sebuah rasa persaudaraan yang dalam…..
Sementara itu,pertempuran antara GAM dan TNI belum mereda,tapi Daniel tak mungkin kembali lagi,dia harus menjaga Thomas,dan sekarang ia sedang memikirkan sesuatu,Jika kontak tembak ini tak segera berhenti,maka Aku tak bisa segera membawa Thomas kerumah sakit,dan Tim medis juga tak akan kesini,dan bila itu terjadi,Thomas akan kehabisan darah dan Ia akan mati disini.
“Bang…”.Thomas memanggil Daniel lagi,Sebelum Daniel sempat menjawab,mata Thomas menutup,Gelap…..
DUA HARI SETELAHNYA,
            Suasana hangat,tercium bau yang sangat berbeda,dengan bau tanah yang terakhir ia ingat,dan yang terdengar bukan suara tembakan lagi,bunyi “tut,,tut,tut,tut,” yang terus menerus, membuat Thomas agak asing,bunyi apa itu dan sedang dimana aku? lalu ia berusaha membuka matanya,terang sekali,,ia kesilauan.
“Thomas,,Thomas,kamu sudah sadar Nak?,,sambil mengusap air matanya,
“Ibu?,Ibu disini?,,Ini dimana Bu?”
“Iya Nak ibu disini,Ini dirumah sakit”,Ibu Tomas berusaha menahan air matanya,
Thomas mencoba mengamati disekelilingnya,Iya ini rumah sakit,,Thomas berselimut dengan hangat,bau itu adalah bau obat-obatan,dan bunyi itu adalah bunyi alat detak jantung,yang ternyata bunyinya mewakili detak jantungnya sendiri.Setelah Thomas pingsan di tempat kontak senjata kemarin,Daniel segera memerintahkan kepada pasukan untuk menggunakan semua pelontar granat untuk menghabisi GAM.Ia terpaksa menggunakannya,dan terpaksa mengkhianati Thomas,karena jika tidak, Thomas yang akan mati kehabisan darah.Memang tak selamanya pengkhianatan itu menyakitkan,hanya saja manusia tak mau tahu dan merenungkan alasan-alasan dibaliknya.
Thomas memandang ibunya,yang dari tadi mengusap-usap air matanya, Thomas memang masih agak sedikit bingung dengan apa yang terjadi karena dia baru sadar dari pengaruh obat bius,,tiba-tiba pikiranya menyadari,,Kakiku?,bagaimana kakiku,rasa sakit itu sudah tak kurasakan lagi..dia segera membuka selimutnya,dan Thomas melihat apa yang sebenarnya terjadi,
“Ya Allooohhh…”Dia berteriak dan menangis sekencang-kencangnya,ibunya juga tak kuasa menahan tangis dan mencoba memeluk Thomas,
“Sudah Nak,sabar nak,,”tangisan itu begitu menyedihkan.
“Kenapa ya Alloh?”,Dia memandang ke atas,seolah-olah sedang mempertanyakan lansung dengan Tuhannya,air matannya begitu deras,,,,
            Thomas masih menangis,Dia seakan tak percaya apa yang sedang terjadi.Setelah tiba di rumah sakit kemarin,para dokter telah melakukan operasi untuk mengambil peluru-peluru yang bersarang di lutut Thomas,tapi peluru-peluru itu telah benar-benar menghancurkan lutut Thomas, sehingga para dokter memutuskan untuk mengamputasinya,yang tentunya dengan persetujuan keluarga Thomas,Ibu Thomas sempat pingsan ketika mendengar kabar itu.
Ya Alloh..Kenapa kau ambil kakiku?,Thomas selalu memanggil Tuhannya,berharap Tuhannya mengembalikan apa yang diambil darinya,dan air matanya tetap mengalir deras.Memang Thomas tak mudah menerima untuk kehilangan satu kakinya,Dia tak bisa membayangkan bagaimana kehidupan-kehidupan selanjutnya.
 “Kreeek”…Seseorang membuka pintu kamar.ternyata Bapak Thomas.
            Bapak Thomas agak lebih tegar daripada ibunya,tapi melihat keadaan anaknya yang seperti itu,orang tua mana yang tak berpedih,matanya berkaca-kaca,lalu mendekati Thomas.
“Sudahlah Nak yang sabar,,ini ujian Tuhan”,sambil memeluk anaknya,dan jelas saja nasehat bapaknya terlalu ringan untuk Thomas jadikan alasan berhenti menangisi kaki kanannya yang hilang..Thomas masih saja berair mata dan dengan pandangan hampa.beberapa waktu berselang…
Tok..Tok..Tok..”Ada yang mengetuk pintu kamar lagi,,
Ya,Silahkan masuk”,Bapak Thomas menjawab,Perlahan-lahan pintu itu terbuka dan sebentar  lagi akan terlihat siapakah tamu Thomas.
“Kreeek…”,pintu sudah terbuka sepenuhnya,Ternyata Daniel dan….??
“Sayaaangg….,,” Hati Thomas dan kedua orang tuanya belum sempat menebak,suara itu telah memecahkan tangisan lagi sambil berlari menuju Thomas dan memeluknya,tak diragukan lagi itulah Diana,kekasih yang tinggal menuggu hari untuk menikah dengan Thomas,Diana memaksa terbang ke Nanggroe Aceh Darussalam untuk melihat keadaan langsung calon suaminya,Dia tak berhenti menagis sejak mendapat kabar tertembaknya Thomas,Diana diantar ayahnya,karena tak tega melihat putrinya tersiksa seperti itu,,,,terdengar kembalilah suara-suara jeritan pedih,Diana,Thomas,Ibunya,,,semuanya begitu mengiris hati.
Semenjak kedatangannya,Diana tak beranjak kemanapun.Dia duduk di sebelah tempat tidur Thomas,dan kepalanya bersandar didada Thomas,,ia meraskan kekasihnya benar-benar dalam keadaan yang lemah,seperti tak kuasa menerima apa yang ditakdirkan untuknya.Bila waktu makan tiba,Diana menyuapi lelaki yang sangat dicintainya tersebut.Dan  hingga malampun  Diana tetap disamping Thomas,,Thomas membelai-belai rambut Diana,tak ada suara apapun selain sesenggukan dari Diana.
“Sayang”,tiba-tiba Thomas memanggil,tetap dengan pandangan hampa dan berair mata.Diana menolehkan wajahnya,sambil mencoba menghapus air matanya sendiri.
“Aku tak tahu lagi bagaimana menjalani kehidupanku selanjutnya,…”Tiba-tiba tangan Diana menghalangi mulut Thomas untuk meneruskan perkatannya,,
“Tak ada yang harus kamu takuti,,,”,Diana berhenti,,sesenggukan mencoba menahan tangisanya,,,”semuanya akan baik-baik saja,akan seperti biasanya, tak ada yang kan menghalangimu melewati kehidupanmu sayang…”, Diana berhenti lagi…”Aku akan selalu disamping kamu Sayang”.Diana benar-benar tahu,bahwa calon suaminya itu seperti dalam keadaan setengah mati, pandangannya begitu kosong dan lemah, Diana ingin membangkitkan lagi Thomas seperti yang dulu,tapi memang akan sulit,karena sekali lagi tak ada manusia yang dengan mudah menerima satu kakinya yang hilang.
“Terimakasih,,,”Tetap dengan pandangan lurus,lemah dan kosong…” Memang kamu adalah satu – satunya kebahagian yang masih kumiliki,ku ingin selalu bersamamu untuk  sekarang”Barulah Thomas menoleh ke Diana,mata mereka sekarang bertatapan,dan nampak hati yang berbicara
“Itu pasti,,,,akan tak akan membiarkanmu sendirian,aku sudah terlanjur mencintaimu,,”
“Aku juga sudah terlanjur mencintaimu”,
            Diana dan Thomas sudah menjanjikan diri-diri mereka untuk bersama,Diana akan menerima Thomas apa adanya, meyakinkan dirinya bahwa cinta itu lebih kuat dari apapun yang menghalangi di bumi ini.Cinta mereka sudah diberikan Tuhan sejak lama, dan tak disengaja, memang cinta tak bisa disengajakan, tumbuh berdasarkan naluri bukan sebuah keinginan untuk menemukan, itulah cinta sejati. Manusia hanya saja mampu untuk mengikuti, sebuah rasa yang perlahan-lahan itu, seperti yang Thomas jelaskan pada Diana dahulu.
            Keesokan harinya Diana dan Bapaknya terpaksa meninggalkan Thomas,mereka harus pulang ke Semarang lebih dulu, sedangkan Thomas harus menunggu satu minggu lagi agar kondisi kesehatan dan kakinya pulih benar,lalu akan diterbangkan pulang.Sebenarnya Diana ingin tinggal lebih lama lagi untuk menemani kekasihnya,tapi karena Bapaknya dan Diana juga harus bekerja,jadi Diana hanya meninggalkan Janji untuk Thomas,
”Sayang,sabar ya,,seminggu ini,kamu ditemani ibu bapak dulu,nanti jika sudah sampai rumah,Aku yang akan merawat kamu selamanya”,Janji yang  sungguh mengembalikan semangat hidup Thomas.Ia memeluk Diana dan Diana memeluk Thomas,,pelukan itu begitu membuat tubuh Thomas bergetar,ketenangan yang dirasakan Thomas amat hebat,,memang hangatnya pelukan akan menyembuhkan kegundahan, apalagi Thomas sedang dalam keadaan terpuruk,,pelukan Diana menjelaskan kepadanya,bahwa cinta yang murni itu benar-benar memeliki kekuatan,,detik demi detik ia hayati,,sampai akhirnya Diana dan Bapaknya benar-benar pergi.Ibu dan Bapak Thomas mengantarkan calon menantu dan calon besannya keluar.
            Dalam tujuh hari selanjutnya,Thomas sudah terlihat agak mampu menerima keadaan karena Abangnya selalu menemaninya,ibunya selalu menjaganya,menerangkan kepada Thomas bahwasanya kasih sayang ibu tak akan terganti dan tak berkurang barang sedikit walau bagaimanapun keadaan anaknya..
“Komandan,,kuatkanlah,,,semuanya itu telah terencana dengan baik oleh Alloh,hanya saja DIA belum menerangkan alasannya kepada kita,kelak waktu itu akan datang,dan kita akan mengerti..”,Daniel mencoba menguatkan Adiknya,dengan sikap kedewasaan itu…
Aku akan mencobanya,,aku tak tahu harus membalas dengan apa ke kamu Bang,telah mnyelamatkanku,dan aku bukan komandanmu lagi Bang”
“Sungguh bukan aku yang menyelamatkanmu,sampai sekarang aku juga tak tahu,mengapa aku seberani itu,tapi sudahlah yang penting,kamu selamat,bersabarlah….”
Thomas tak menjawab,tapi hatinya mengulang-ulang kata dari Abangnya itu,Apa?mudah memang mengucapkan sesuatu yang tak kita rasakan sendiri,kamu tak merasakannya Bang..ini terlalu berat buatku,,Thomas nampak menyakiti dirinya sendiri,tak tahukah dia,Alloh itu begitu mahakuasa,mampu meniadakan yang ada dan mengadakan yang tidak ada,termasuk rencana-rencana untuk kehidupan selajutnya.
Walau dirinya begitu terpukul dan hancur dengan apa yang menimpa dirinya,Thomas menyadari satu hal, bahwa Dianalah yang  akan menjadi obat yang mampu menguatkannya  untuk menjalani hari-hari selanjutnya,Diana adalah  kekasih yang membahagiakan hati Thomas,dan setiap manusia membutuhkan kebahagiaan hati.Para petinggi TNI yang dari KODAM  Dipenegoro dan Aceh juga sudah menjenguk Thomas untuk memberi dukungan moril maupun materi untuk Thomas,mereka berjanji akan memindahkan tugas Thomas di bagian staf  TNI,di Semarang.    
Seminggu telah terlewati,setibanya dirumah,adik-adiknya menagisinya,tangis itu kembali terdengar,hanya sajaThomas tak terlalu histeris seperti pertama kali menyadari kehilangan kakinya,Dia sudah agak tegar menerima semua ini,hanya saja air matanya tetap saja memberitakan kepada adik-adiknya,bahwa tak mudah untuk menerima keadaan ini.Dia memeluk adik-adiknya dengan erat,,,
            Kehidupan Thomas telah dimulai lagi,,walau masih dengan perasaan yang lemah,dia harus mengikuti waktu yang terus berjalan,pernah sesekali dia membayangkan dan mengharap waktu bisa berputar kembali,tapi dapatkah itu terjadi?Thomaspun pasti sudah tahu jawabnya.Dalam setiap aktivitasnya,Thomas menggunakan kursi roda,walaupun kadangkala masih membutuhkan bantuan orang lain untuk satu dua kegiatan.
“Oiya Ibu,mana HPku?,aku ingin memberitahu Diana,bahwa aku sudah pulang,dan kenapa pula Diana tak pernah menelponku selama seminggu ini?”
Mendengar pertanyaan itu dari anaknya,mata ibu Thomas mulai berkaca-kaca,,
“Lebih baik kamu ndak usah telpon Dia?”
Mendengar perkataan ibunya,Thomas benar-benar kaget,kenapa ibunya berkata seperti itu?,apa yang salah?
“Kenapa Bu? Setelah aku telpon nanti Diana akan kesini,dan menemani Thomas Bu,,”
Thomas sangat yakin dengan janji Diana seminggu yang lalu,tapi  kenapa ibu Thomas berkata seperti itu?dan sekarang Ibu Thomas malah benar-benar meneteskan air mata,terlihat menyimpan rasa pedih yang begitu dalam..
“Tanya adik-adikmu,mereka yang membawanya”,sambil berlari meniggalkan Thomas,menahan tangisannya..
“Kenapa Ibu nangis?”Thomas tak mendengar jawabannya,karena memang ibunya tak menjawabnya.
Thomas bergegas mencari adik-adiknya,karena Thomas benar-benar ingin segera bertemu dengan Diana,dia ingin ditemani dalam kelemahan ini,teman yang yang benar-benar menenangkan.Tapi Thomas masih tak mengerti dengan sikap yang ditunjukkan ibunya baru saja,,Kenapa Ibu?dan kenapa Aku tak boleh menelpon Diana?,jawaban itulah yang juga ingin segera Thomas ketahui.
Setelah menemukan Hpnya,Thomas tak mengulur waktu lagi,Ia langsung menelpon Diana,jemarinya telah memulainya,,
“Maaf  nomor yang anda tuju sedang tidak aktif.atau di luar service area.Cobalah beberapa saat lagi.”
Hanya itu yang terdengar, dan yang jelas itu bukan Diana.Thomas mencobanya lagi,tetap saja pemberitahuan itu yang terdengar kembali,Thomas mencobanya berulang-ulang dan hasilnya tetap sama,nomor Diana tidak aktif,,,Apa yang terjadi dengan Diana?,Thomas tak tahu harus bertanya ke siapa,tapi ada satu yang mengganjal di hati Thomas,yaitu sebuah keyakinan hatinya,bahwa Ibunya tahu sesuatu hal yang tak ia ketahui..tapi Thomas masih punya semangat untuk menelpon Diana,karena Thomas sungguh takut bila terjadi apa-apa dengan Diana yang sangat di cintainya,Apakah Diana mengalami kecelakaan waktu terbang pulang ke semarang seminggu yang lalu?,dan itu yang membuat ibu tadi menangis ?pikiran-pikiran itu terlintas di kepala Thomas,dan sekarang ia benar-benar ketakutan,ia tak akan sanggup berpisah dengan dengan Diana,apalagi dalam keadaannya yang seperti ini,Diana apa yang terjadi denganmu?,aku sangat-sangat membutuhkanmu…
Thomas termenung di kursi rodannya,memikirkan apa yang tidak ia ketahui,Ya Alloh apa yang terjadi?, lagi- lagi Tuhanyalah satu-satu tempatnya bertanya,dan apakah Tuhan tidak tahu? Sesungguhnya DIA maha mengetahui rencana-rencana untuk hamba-NYA,,Ahhh,,,Aku harus segera menemui ibu,dan menanyakan tentang ini,segeralah tangannya memutar roda kursi itu,berusaha menemukan ibunya,karena ia benar-benar ketakutan atas keganjilan ini.
“Ibu?,,,Ibu?,…Ibu dimana?” Thomas memanggil-manggilnya,tapi masih belum ada terdengar sahutan,,Thomas terus mencari-cari di setiap sudut rumah,dia tahu, ibunya pasti ada dirumah,Tapi kenapa Ibu tak menjawab?,itu yang dia tidak tahu.Tiba-tiba adiknya lewat,
“Di,,kamu lihat ibu ?”
Tadi sepertinya masuk kamar Kak?”adik laki-lakinya segera berlalu…
Masuk kamar….jam segini kenapa ibu di kamar?,Thomas tak mau berlama-lama memikirkan hal itu,segera saja kedua tangannya membawa tubuhnya ke depan pintu kamar ibunya,,pintu kamar ibunya terbuka sedikit,,Dia mengintip..Dia melihat ibunya duduk di tepi tempat tidurnya,menunduk dan sesenggukan menangis lirih…
Ibu…”, Thomas memanggilnya pelan.Melihat anaknya memanggil di depan pintu kamarnya,Ibu Thomas kaget adan segera berusaha menghapus air matanya,,
“Iya..Nak,,,”
“Boleh aku masuk Ibu?”
“Masuklah Nak”
Ia pun masuk, “Kenapa Ibu menangis,apa yang sebenarnya terjadi Bu?,”Thomas mengharap mendengar jawaban yang menghilangkan ketakutannya.
“Ibu Tidak menangis,dan tidak terjadi Apa-apa”.
“Apakah aku terlihat masih seperti anak kecil dimata Ibu?,,,yang mudah saja ibu bohongi?”
“Benar naak,ibu tidak apa –apa” Ibu Thomas tetap bersikeras,bahwa semuanya baik-baik saja.
“Ada apa dengan Diana Bu?,kenapa dia tidak bisa dihubungi??”
“Ibu tidak tahu,mungkin HPnya sedang mati. ibu juga tidak tahu”.
“Kenapa ibu tadi mengatakan ndak usah telpon Diana?”
“Maaf ibu tadi salah bicara,ibu ingin bilang jangan telpon Diana sekarang,karena Diana masih kerja.”
“Ya sudahlah Bu,Thomas coba akan menghubunginya lagi”,Thomas memutar kursinya,dan meninggalkan kamar ibunya.
Ibunya menatap anaknya,air matanya mulai menetes lagi,,”Maafkan ibu Nak”.Bergumam.
            Beberapa hari selanjutnya Thomas tak henti-hentinya mencoba menghubungi Diana,tapi selama itu juga Thomas tak pernah berhasil,Thomas semakin hari semakin rapuh,selain dia terpukul dengan kehilangan kaki kanannya,Dia juga sampai saat ini merasakan kesepian karena Diana tak kunjung menemaninya,seperti apa yang sudah dijanjikan waktu masih di rumah sakit,Thomas semakin sulit menerima  kenyataan ini.Dan Dia sekarang sedang melamun di ruang tamu,memandang kosong HP yang terletak di meja,berharap benda itu berbunyi dan yang membunyikan adalah Diana..Semua keluarga merasa bersedih melihat Thomas,semakin hari bukannya Dia semakin tegar menjalani hidup tapi malah Dia semakin terlihat hancur oleh keadaan..
            Tangan meraih telepon genggamnya,,mencoba sekali lagi menghubungi kekasihnya,,Beberapa hari tanpa dirimu ,Aku hancur Diana…Telinganya bersiap-siap mendengarkan apakah kabar yang baik yang terucap dari suara Diana,atau kabar yang menyakitkan hati dari suara wanita biasa?
“Maaf  nomor yang anda tuju sedang tidak aktif.atau di luar service area.Cobalah beberapa saat lagi.”
“Praaak..”,,Thomas melempar telepon genggamnya,,Mendengar suara itu Ibunya segera menuju kearah suara,,ibunya langsung menangis ketika melihat Thomas menunduk dan menangis,,,HPnya berhamburan berserakan di lantai..Bukan seorang ibu jika tak tersayat hatinya,dengan keadaan anaknya yang seperti itu,,lalu meghampiri Thomas perlahan…
Nak,,,,”Sambil sesenggukan,”Apa yang kamu lakukan?...”
“Aku tak tahu lagi Bu”..
“Tak tahu kenapa Nak?”
“Sudahlah Bu, ,,kasih tahu Thomas ada apa dengan Diana?
“Nak,Ibu juga tidak tahu”Air mata seorang ibu memang deras ketika untuk anaknya..
“Jika Ibu tak menginginkan Thomas mati,….katakanlah Bu” Thomas masih menunduk walau sedang berbicara dengan Ibunya,..
“Astagfirullah Nak,istigfar Nak….” Ibunya menatap anaknya,sangat kaget mendengar ucapan anaknya tadi,hatinya yang lembut seakan remuk,,,Ya Alloh kuatkan anakku,,, ,apakah ibu harus mengatakan kepadamu, Maafkan Ibu nak,ibu sudah berbohong selama ini,,tapi ini kulakukan untukmu.Benar keyakinan Thomas,Ibunya tahu sesuatu yang tak belum ia ketahui.Tapi semoga Thomas juga menyadari dan memaafkan, bahwa itu Dusta putih yang bisa dilakukan seseorang kepada orang yang ibunya sayangi..Ya sudahlah Nak ibu akan mengatakan apa yang sebenarnya  terjadi,,,semoga kau kuat menerimanya…Ibunya mulai bercerita,,,,
“Setelah berpamitan dengan kamu,Ibu dan Bapak mengantar Diana dan Bapaknya keluar…dan…,,,.”
Mata Thomas menatap Ibunnya,dengan tajam….“Dan apa Bu,Cepat katakan,,!!!”
“……Dan sampai di luar mereka mengembalikan cincinmu,mereka membatalkan pertunanganmu….”
Thomas terperanjat,,,seakan tak percaya,“Tidak,,,,itu tidak mungkin,,,Diana sudah berjanji,kepada Thomas,,ibu pasti bohong”
“Benar Nak,,ibu tidak bohong,,”
“Tidak,,,,Ibu bohong,,,Diana sangat mencintai Thomas,,,” Thomas mulai gemetar dalam berbicara,
Ibunya tiba-tiba pergi meninggalkan Thomas,,lalu masuk kamar,,,Thomas hanya menunduk…Tidak,,,,tidak,,,itu tidak mungkin,,,,ibu bohong,,ibu bohong,,,
Ibunya kembali menghampiri Thomas,mengulurkan tangannya,,,”Ini Cincinmu”..
Mata Thomas melihat cincin yang dulu ia pasangkan di jari manis Diana dengan perasaan bahagia, kini terlihat tak berdaya ditelapak tangan Ibunya…Seperti bom meledak yang sering Thomas lihat di kehidupan kemiliterannya, jantung, dan kehidupannya serasa berhenti, Thomas menangis keras,,Ibunya segera memeluknya,tapi pelukan itu, tak berarti apa-apa bagi Thomas, tak mengurangi apapun, tak mengurangi rasa yang ia rasakan..serasa ia ingin mati saja.
“Ya Alloh….Kenapa Kau jahat,,,Kau Ambil semua yang ku punya,Aku sudah mencoba menuruti apa yang KAU perintahkan,Inikah balasannya??”….
“Istigfar Nak”,,Suara itu bercampur dengan tangisan pilu,,,dirumah hanya ada Ibunya,adik-adiknya pergi sekolah dan Bapaknya sedang bekerja…
“Diana setega itu kamu padaku,,,???,,Diaannaaaaaaaa,,??”Thomas berteriak sekencang kencangnya,berharap Diana mendengarnya,,tapi sayang,Diana sudah tak mau mendengar apa-apa lagi tentang Thomas…..
             Semenjak hari Itu sampai sekarang, Thomas menjadi seperti mayat yang hidup,,tak pernah berbicara, menjawab, tertawa, semuanya telah hilang dari pribadi Thomas. Ia hanya patung yang terduduk di kursi roda, tak pernah mencoba untuk bisa berjalan menggunakan penyangga, ataupun mengusahakan mendapatkan kaki palsu. Thomas telah mati dalam kehidupannya, satu-satunya orang yang diharapkannya mampu menemani dan menguatkan dalam menjalani keadaan ini, ternyata juga meninggalkannya.Diana,kamu telah membunuhku….
            Keluarganya bersedih melihat Thomas seperti itu,usaha-usaha untuk menyadarkan Thomas dari keterpurukannya tak membuahkan hasil,semuanya sia-sia.Thomas yang dulu telah hilang dari bumi ini, ini adalah hanya mayat Thomas yang menunggu waktu untuk dikuburkan. Keluarga Thomas sudah pasrah. Kerabat, teman, atau orang-orang yang menjenguk Thomas, juga diabaikan, hanya membisu dan menatap kosong. Surat Perintah dari KODAM DIPONEGORO tentang pemindahan tugas Letkol Thomas Abdi Susanto dari prajurit aktif ke bagian staf  kantor KODAM pun, juga tak di tanggapi olehnya, akibatnya Bapaknyalah yang menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga..
            Mei,2004
Hari berlalu,semakin cepat,,,matahari seperti menggilas bumi,,bulan melahap malam…angin bertiup menjatuhkan daun-daun, dan air hujan yang menumbuhkan kembali, tapi tak ada yang mampu merubah Thomas dan tak ada yang berubah dari Thomas,kenyataan ini telah mematikan pemikiran dan perasaannya, semakin hari, semakin tak terawat tubuhnya,,,Thomas menjelma seperti layaknya orang gila, rambut yang kotor, kulit yang kusam. Entah di pagi hari, siang ataupun malam, matanya tetap membuta, bibirnya membisu, dan telinganya menutup.
            Dan di pagi ini,Thomas memandangi pepohonan di samping rumahnya, lewat jendela yang terbuka lebar,,
“Tokk.Thok,,thok,,” Pintu rumah Thomas terketuk oleh sesorang.Mana mungkin Thomas akan berusaha membukakannnya, menoleh pun ia tidak. Ibunya yang harus berlari, walaupun sedang di dapur.
“Kreek,,,”,Ibunya menarik gagang pintu,dan terbuka.
”Alhamdulillah Nak, siapa yang datang,…Nak Daniel Nak,,Nak Daniel datang menjenguk kamu..”,tapi Thomas tak merespon sedikitpun dari yang diteriakkan ibunya.
Danielpun merasa heran,kenapa sudah beberapa bulan pulang dari rumah sakit,adiknya itu tetap saja di kursi roda? Dan terlihat seperti orang tak terurus seperti ini? Daniel mencoba menyapanya,,
“Dan ,Komandan Thomas…..”, Daniel tak mendengar jawaban atau melihat sedikitpun wajah Thomas mencarinya,,Dia benar-benar tak mendengar,telinganya telah tertutup.
“Dan??,,,,,”,tetap saja tak mendengar,padahal Daniel  hanya di belakang Thomas beberapa langkah. Daniel lalu berpaling ke ibu Thomas, dia sudah mendapati ibu Thomas mengusap-usap matanya,,
”Ada apa sebenarnya ini Bu?”,Ibu Thomas akhirnya menceritakan semua yang telah terjadi dengan Thomas,sejak kapan,dan apa yang mungkin menjadikan ia seperti itu.Tak butuh waktu lama untuk Daniel memahami apa yang sedang dialami oleh Adiknya,karena Daniel tahu perjalanan cinta Thomas dan Diana.
            Setelah mendengar semua cerita itu, Daniel meminta Ibu Thomas meninggalkan dirinya dan Thomas sendirian, Daniel ingin berusaha menyadarkan Adiknya, seperti apa yang dimintakan ibu Thomas, dan sekarang Ia berdiri di depan Thomas tepat.
“Apakah dengan kamu begini,akan membuat Diana datang menemuimu,,tak mungkin”,Thomas tak menjawab, juga tak memandang Daniel.
“ Plaaaakkkk”,,,,dengan begitu kerasnya tangan Daniel menampar pipi Thomas, membuat kepalanya terpelanting kesamping..ia sangat terkejut..
Ia memandang Daniel dengan tajam,,”Cuuuihhh”,Ia meludahi kakaknya,
“Kau tak mengerti apa-apa,,,Diamlah.!!!!.”Thomas membentak.
“Apakah kau mengerti??!!,dimana Diana sekarang? Kenapa Dia membatalkan pertunanganmu,apakah kau mengerti haa?!!!”,,,,Indonesia malu punya prajurit seperti kamu!!”Daniel juga tak kalah keras mengatakan itu,tapi bukan ia marah,ia ingin adiknya tersadar dari keterpurukannya.
 “Heee Bang, kamu tak merasakan apa yang ku rasakan,”
“Terus dengan perasaan seperti ini yang kamu pelihara,apa yang berubah??,,tidak adakan?.......”Daniel berhenti sejenak.“…….Apakah dengan seperti ini membuatmu lebih baik?.. Kau dulu adalah kakak yang dibanggakan adik-adikmu, anak yang pemberani dimiliki orang tuamu?...sekarang hanya menjadi seperti ini?..seperti ini kah akhir dari kisah hidupmu?..”
Thomas menunduk dan meneteskan air mata ,mulai mendengar hati nuraninya yang sedikit demi sedikit berbicara. Dan ibunya juga menangis dari kejauhan menatap,dan mendengarkan usaha Daniel untuk Thomas.
 “Aku memang tak merasakannya Dan,,tapi percayalah,,seandainya yang ditakdirkan seperti ini adalah aku, pasti kamu juga akan mengingatkanku, dan melakukan hal yang seperti yang kulakukan sekarang. Selalu berdoalah dan mulailah menjalani hidup ini lagi…”
“TUHAN begitu jahat.”,masih tetap menunduk dan bersuara lirih.
“Astagfirullah ‘aladzim,,Kamu ini bicara apa Dan?,,Ini ujian dariNya…
“Tapi terlalu berat untukku Bang”,
”TUHAN tak kan menguji hambanya kalau hambanya tak mampu,  suatu saat nanti TUHAN pulalah yang menjelaskan kepadamu,,arti dari semua ini..”
Kedua tangan Daniel memegang kepala Thomas dan menghadapkan wajah tertunduk Adiknya itu padanya, menatapkan matanya,lalu Daniel tersenyum,,,”Dan,, kita mulai menang, pemerintah sudah menurunkan ke darurat sipil ,GAM sudah banyak yang mati,,” Thomas pun tersenyum kecil…
            Dan selanjutnya,pembicaraan sudah  mulai terdengar,ibu Thomas juga mulai bahagia,Thomas mulai mau mengeluarkan kata-kata,,Semoga Thomas kembali seperti dulu lagi,,Doa seorang ibu untuk anaknya adalah doa tertinggi di hadapan TUHAN.. Lagi-lagi Daniel menjadi seorang yang berguna bagi Thomas.
Tanggal 13 kemarin,Pemerintah menurunkan status di Naggroe Aceh Darussalam,dari darurat militer menjadi darurat sipil,karena memang dirasa banyak kemajuan,itu terlihat dari banyaknya tentara GAM yang mati dan menyerahkan diri, karena itulah Daniel beserta pasukan dari KODAM Diponegoro, ditarik kembali ke KODAM selama tiga minggu, lalu setelah itu diberangkatkan ke Aceh lagi sampai para Panglima atau petinggi GAM benar-benar menyatakan damai secara resmi untuk Indonesia. Dan disela -sela waktu tiga minggu itu,,,hari ini Daniel menjenguk adiknya,dan sekarang sedang berbicara dengan Thomas.
Setelah beberapa waktu berlalu, Daniel harus pulang,ia berpamitan, ibu Thomas sangat berterimakasih atas kedatangan Daniel, dan Danielpun berjabat tangan dengan Thomas,
“Kita akan sama-sama berjuang kembali Dan, Aku di Aceh, Kamu disini,,dan percayalah suatu saat nanti TUHAN akan menerangkan arti dari semua cobaan ini untukmu, dengan caraNYA sendiri.”
Entah mengapa tangan Daniel mengenggam Thomas dengan begitu erat,Thomas pun merasa kaget,,dan raut muka Daniel terlihat berbeda,,penuh senyuman dan seperti bercahaya,,seakan-akan itu bukan Daniel...Tapi Thomas tak bisa melarang Daniel untuk pergi,,Thomas hanya bisa berjanji kepada Abangnya itu bahwa ia akan mencari Diana,dan kembali berjuang untuk keluarganya.
“Krekk”… Daniel sudah menutup pintu,,,,tak terlihat lagi oleh Thomas……
Sejak hari itu Thomas mulai terlihat bergerak,,Dalam hatinya yang paling dalam ia mendengarkan perkataan Abangnya, bahwa ia harus mencari Diana,,menemui Diana, dan menannyakan kenapa ia membatalkan pernikahan ini?, padahal ketika di rumah sakit waktu itu Diana berjanji merawat dan bersama Thomas selamanya. Kenapa terlalu mudah Diana memalingkan cintanya dari Thomas, begitu banyak cerita, begitu banyak rasa yang sudah mereka lewati.Apakah benar se tega itu Diana?, Meninggalkan Thomas dengan kondisi terpuruk seperti ini.Thomas ingin meyakinkan Diana untuk kembali padanya,,ingin menjelaskan bahwa cintanya begitu besar,,dan Thomas percaya Diana akan menjadi milikny lagi.
Thomas mulai belajar menggunakan penyangga,dia ingin pergi kerumah Diana dan itu tak mungkin jika menggunakan kursi roda. Tak peduli ia tertatih-tatih, tak peduli ia beberapa kali hampir jatuh,hanya rasa di dalam hatinya yang benar-benar ia pedulikan,,,,rasa rindu untuk Diana…
Setelah dua hari berlatih keras, Thomas siap melupakan kursi rodanya, dia sudah cukup berani menjalani semuanya dengan bantuan penyangga di tangan kanannya..dan hari ini Thomas berangkat menuju rumah Diana,,ia sendiri. Di perjalanan ke rumah Diana,Thomas  menyadari banyak pasang mata yang melihat dirinya, melihat satu kakinya yang hilang,Thomas memang agak sedikit merasa canggung…Tolong,,jangan memandangiku dengan penuh rasa kasihan seperti itu,itu hanya akan membuatku sedih… ungkap hati Thomas lirih.
Tapi apapun yang terjadi selama di perjalanan, tak cukup kuat untuk menghentikannya menemui Diana,,dan Akhirnya sampai juga ia di depan rumah yang dulu sangat membuatnya bahagia jika ia datang,,tapi saat ini rasa ketakutanlah yang ada.Thomas sudah turun dari angkotnya,,dan berjalan perlahan sempai di depan pintu rumah Diana,
“Tok..tok..tokk,Assalamamualaikum,,”
“Tok..tok..ini aku Diana…”
Tak ada suara sedikitpun yang didengar Thomas,,ia lebih keras mengetuk pintu,mungkin tuan rumah tak mendengar,,tapi masih tak ada jawaban..semakin pupus asa Thomas,,,ia duduk di kursi teras,tempat dulu melamar Diana, beberapa waktu ia mengingat-ingat suasana itu….
            Thomas kembali berdiri,mencobanya kembali,,
“Buka Diana,,,buka,,aku tahu kamu di dalam”,,mata Thomas sudah berkaca-kaca,perasaanya telah membuatnya lemah,,,Thomas menangis meratapi takdirnya didepan pintu.
Disuatu tempat yang lain,,
Seseorang menangis,air matanya mengalir deras,,seperti sedang merasakan sesuatu yang begitu menyakitkan,,ia mendengar,tapi entah mengapa mulutnya tak membunyikan sepatah katapun ketika ada orang yang tengah memanggil-manggil namanya..
 Maafkan aku Thomas,,,maafkan aku..aku sungguh tak berdaya…di dalam hati,di sela-sela tangisannya.
            Thomas sudah begitu lama di depan pintu rumah Diana, menunggu, tapi tak mendapatkan seseorangpun, dan pertanyaan untuk Dianapun terpaksa harus dia pendam bersama rasa pedihnya selama ini yang tak kunjung bertemu dengan seseorang yang mampu membahagiakan hatinya,,Diana dewi.
            Akhirnya Thomas,memutuskan untuk pulang, tapi hatinya tetap menyakini satu hal, bahwa suatu saat nanti ia pasti akan menemukan Diana, walaupun dengan cara apapun.
“Berhenti pak”.. Bus umum itu segera menepi dan seseorang dengan satu kaki turun dengan tertatih,,,sampailah Thomas di rumahnya,,tanpa hasil, tanpa jawaban…

Suatu pagi dirumah Diana,,
“Assalamualaikum” Suara seseorang memanggil dengan lantang..
“wa’alaikumsallam”..Diana menjawab…Siapa ya?
“Kreeeeekkk”,,Ouh ternyata…
“Ada surat untuk Saudari Diana dewi,,” Tukang pos yang menyampaikan amanah,,memegang amplop kecil di tangan kanannya,
“Oiya kebetulan saya Sendiri pak”
“Ini Mbak”,Diana menerimanya,
            Sebuah surat telah berada di tangan Diana, bukti penerimaan juga sudah ia tanda tangani,,Tukang pos itu segera pergi,untuk menyampaikan amanah yang lain,dan Diana masuk rumah,rasa penasaran mulai membumbung,kenapa Indah mengirim surat kepadaku??
“Surat Dari siapa Na?”
“Dari Indah Bu,teman sekelas waktu SMA”Diana masuk kamar,,dan membuka kertas itu…
Vertical Scroll: Diana…
Mohon temui aku…walaupun itu untuk satu kali….
Aku benar-benar  tak mengerti dengan apa yang terjadi kepadamu ataupun kepadaku…aku hanya ingin pengertian itu.
Jika kamu tak menemuiku,maka kamu mungkin akan segera melihat jasad yang dikubur, dan saat itu janganlah menyalahkan dirimu,walaupun aku membunuh diriku karenamu..
Tolong aku…

     Maaf ,terpaksa membohongimu.
       THOMAS   















            Diana mulai meneteskan air matanya di wajah yang begitu rupawannya,,perasaan yang lembut dari wanita harus mengalami kepahitan seperti ini,Diana tak bisa berbuat banyak sekarang,selain menangis,dan memikirkan permintaan Thomas.Thomas sengaja berbohong menuliskan nama Indah di amplop surat itu agar surat ini benar-benar terbaca oleh Diana.Ia berhasil..berbohong untuk menyelamatkan nyawanya sendiri, Tuhannya pasti akan mengampuninya.Semoga…
Dua hari setelahnya,,
Pagi ini Bapak dan ibu Thomas sedang bersih-bersih rumah, ini dilakukan setiap hari minggu sekali, karena memang bapak Thomas sibuk bekerja.
“Bapak,ibu, lihat kak  Thomas? “ Shanti menanyakan Kakaknya,
“Mungkin di kamarnya Nak, ada apa?”
“Anu Bu,mau menyampaikan pesan dari Mbak Diana, kak Thomas suruh menunggunya di danau nanti”, Shanti segera berlari menuju kamar kakaknya.
Mendengar jawaban anak bungsunya itu Bapak dan Ibu Thomas saling berpandangan, mereka saling mendekat, bapaknya merangkul,dan ibu Thomas matanya berkaca-kaca.
            Tak berselang lama Thomas bergegas pergi, walaupun tak berpamitan, bapak dan ibunya sudah tahu tujuan Thomas,,Hati-hati Nak,Lindungi Dia ya Alloh,,,doa di hati seorang ibu,yang sering tak diketahui anak-anaknya,apakah anak-anaknya juga sering mendoakan ibunya tanpa diketahui?, semoga Thomas dan adik-adiknya termasuk anak yang berbakti…
Di danau, Thomas berdiri dengan penyangga, memandang jauh air yang tenang dan terlihat berkilauan karena senar matahari yang cerah,,angin yang bertiup menemaninya menunggu Diana, dengan perasaan yang bercampur-campur, bahagia, sedih,takut, penasaran dan semuanya menjadi satu dalam batinnya,,semua perasaan itu coba Thomas hilangkan dengan lebih menghayati suasana di danau ini. Tiba-tiba,,,dua tangan melingkar di dada Thomas, seseorang memeluknya dari belakang.
Pelukan ini terasa sangat hangat, Thomas begitu mengenalinya, pelukan yang membuat Thomas selalu merasa nyaman dan tenang,Thomas memejamkan matanya,dan seseorang yang memeluk dari belakangnya pun nampak ingin merasakan kedamaian ini, kepalanya ia sandarkan pada punggung Thomas. Hingga beberapa saat mereka tetap terdiam tak ada sepatah katapun yang keluar,,keduanya memejamkan mata.
Dan akhirnya…
“Aku sudah menuggu pelukan ini begitu lama, yang bisa membuatku merasa tenang,,membuatku yakin,bahwa aku  mampu melewati kehidupan ini dengan baik”,, Thomas memulai menyatakan perasaannya selama ini..
“Jangan salah sangka, aku melakukan ini hanya karena kita sudah lama tak bertemu, bukan  dengan perasaan apapun”, Diana menjawab dan pelukan hangat itu terlepas, tapi mengapa jawaban Diana seperti itu? Thomas begitu kaget mendengarnya..
“Apa maksudmu?” ,,Thomas membalikkan tubuhnya,
“Ya,..kau bukan apa-apaku lagi,begitu sebaliknya,,”
”Semudah itukah Diana? kau tak punya perasaan!!”
“Aku memang tak punya perasaan,tapi aku punya kehidupan,,,dan kehidupanku mengatakan, akan sulit bila tetap bersamamu, mampukah kau melindungiku?, mampukah kau melakukan semua hal untukku?”
“Ini ternyata alasanmu,,tapi aku akan berusaha Diana, satu kaki tak akan menghalangiku untuk melewati kehidupanku, kehidupan kita ,kamu kan yang bilang tentang ini kepadaku, ku mohon kembalilah padaku..”
“Maaf,aku tak bisa, aku sudah punya jodoh, dua bulan lagi kami akan menikah”
“Apa? Tak kusangka kau setega itu?Mata Thomas mulai berkaca-kaca.
Maafkan aku,aku memang bukan wanita yang baik untukmu, suatu saat kau akan menemukannya.Mulai sekarang jangan ganggu aku lagi, maaf kan aku selama ini, dan terimakasih dengan semua yang telah kau berikan”
Diana membalikkan badan,dan bersiap berlari meninggalkan Thomas,tapi Thomas dengan cepat menarik tangan Diana,,
“Katakan kau tak mencintaiku,,setelah itu pergilah,aku tak akan mengganggumu lagi…”,
air mata Diana mulai mengalir ,menanggung kepedihan ini,
“….ayo katakan,,,Diana,,,,katakanlah dan pergilah..”
Mata mereka bertatapan,kelihatannya Diana tak mampu mengucapkan kata-kata itu,,Akhirnya mereka berpelukan kembali,,Thomas memeluk Diana dengan erat,dan Diana memeluk Thomas dengan erat,seakan-akan enggan melepaskan itu, sampai kapanpun, keduanya menangis,,
“Maafkan aku Thomas, aku benar-benar tak berdaya.bapak dan ibu melarangku untuk melanjutkan pertunangan ini, aku tak mungkin menolak keinginan mereka,ku mohon kau mengerti”.
“Kita akan yakinkan orang tuamu,,,,pasti bisa,,,pasti bisa,,,,Diana kembalilah padaku,hanya kamu hidupku..”,  Thomas,ingin memperjuangkan keinginan, menghadap orang tua Diana, meyakinkan mereka bahwa Thomas masih cukup kuat untuk melindungi Diana, masih sempurna untuk membahagiakan Diana, walaupun hanya dengan satu kaki yang masih ia miliki..
“Apakah aku diam saja,aku sudah mencobanya,bukan satu kali,bukan dua kali,tapi memang tak bisa,aku harus bagaimana lagi…..”Diana nampak menyesal.
“……Sudahlah lupakan aku, dan jangan pernah berusaha menemuiku lagi,karena jika aku bertemu denganmu,aku merasa benar-benar tersiksa,……Kita lalui jalan hidup masing-masing”..air mata yang terjatuh adalah murni karena cinta mereka.
Memang akan sulit jika Thomas ingin meyakinkan orang tua Diana, mereka sangat menyayangi putrinya, putri satu-satunya,,Dengan keadaan Thomas yang seperti itu, dimata orang tua Diana, adalah mustahil dapat membuat Diana bahagia, bahkan mungkin menyusahkan putrinya, dan jika itu terjadi mereka juga akan merasa sedih,,hanya satu harapan mereka, Diana mendapatkan segala sesuatu yang terbaik, oleh karena itu orang tuanya, segera menjodohkan Diana dengan anak salah satu teman ,yang mereka anggap akan mampu membahgiakan Diana selamanya, Naluri orang tua,tetap saja naluri kasih sayang sejati,,dan Diana mencoba mengikuti ,walaupun ia perih,disisi hatinya ia mencintai Thomas dengan segala kekurangannya, disisi hatinya yang lain, ia mencintai orang tuanya dengan segala keputusannya…

Diana melepaskan pelukannya, dan mengangkat wajah Thomas untuk menatap matanya,,
“Thomas,,aku tak akan mencintaimu lagi,,,,aku pergi.Tak akan kembali”,,
Diana pun membalikkan badannya,melangkah meninggalkan  Thomas, sambil menghapus air yang begitu deras dari matanya yang begitu merah,,
“Diana,,,,Diana,,,Dianaaaaa”.
Thomas memanggil-manggilnya,tapi Diana tak mau mendengarnya,terus melangkah dan melangkah,semakin jauh dan jauh..dan akhirnya menghilang dengan pedih..
Pada saat ini Thomas benar-benar meledak,kata-kata dari Abangnya yang sempat ia ikuti,tak pernah terdengar lagi di hati Thomas..Suasana hening danau seakan-akan menambah pilu..Thomas telah kembali merasakan kematiannya,lebih dalam,lebih pahit…air matanya menandakan hidupnya telah berakhir, harapan bahwa Diana akan kembali telah benar-benar hilang, sekarang mungkin tak ada lagi yang mampu membuat dia serasa hidup kembali,,kecuali Diana…
“Tuhan,,inikah maumu?,,benarkan inikan maumu?,,aku sudah tak kuat lagi,,aku tak kan peduli lagi denganmu,,,dan kau Bang,,menurutimu hanya membuatku sakit,,Aku juga tak kan peduli lagi denganmu.,,” Thomas berteriak-teriak dan menangis.

Waktu bergulir,menggiling semuanya,,,hari-hari berlari,,menjadi minggu.cepat,dan melesat..keluarga Thomas harus menerima bangkai Thomas untuk kedua kali, sepulang dari danau itu, tak ada kata,tak ada tawa dari Thomas,ia mengubur dirinya dalam kesedihan hatinya,,kematian Thomas telah kembali,bahkan lebih mendalam, semua orang tak mengetahui apa yang ada di dalam kepala Thomas,dulunya adalah seorang prajurit yang gagah,tapi kenapa sekarang ia menjadi seorang yang sangat lemah, bagaimanapun usaha keluarganya untuk membuatnya seperti dulu,sungguh tak ada hasil.
Pelan tapi pasti, hati seorang ibu mulai terkoyak lagi, walaupun ibu Thomas berusaha tegar,tapi guratan di nalurinya tak bisa di sembunyikan, doa-doa di malam-malam yang dingin,kasih sayang dari petang sampai petang lagi, hanya satu harapan,,,,,,Semoga anakku menjadi anak yang sabar,,tersenyum untukku, menjalani kehidupannya yang bahagia,ya Alloh Tuhanku,segera terangkan untuknya, betapa Engkau begitu menyayanginya,,atau ambillah nyawaku ,berikan untuk anakku ini agar ia bisa kembali seperti dulu…
Bukan hanya ibu Thomas yang merasakan kepedihan,,bapaknya, adik-adiknya,keluarganya,dan semua yang mengenal seorang Letkol Thomas Abdi Susanto,semua mendoakan untuknya.Orang-orang yang sudah mengenal Thomas,tak begitu saja diam ketika melihat orang yang dulu begitu baik hati kepada sesamanya, pemimpin yang adil bagi anggota-anggotanya, dermawan, yang membahagiakan semua orang, kini harus terbunuh oleh keadaan..
Semakin hari,semakin parah keadaan Thomas,kulitnya semakin legam karena debu,,tubuh yang dulu begitu besar dan perkasa,kini semakin kurus dan lunglai,,apa lagi harapannya,yang dulu membara membumbung tinggi,,sekarang sudah padam bagaikan kayu menjadi abu…dan Diana kekasihnya akan segera menikah,ini membuatnya mati,,,apapun dari dirinya telah mati…
Mata dengan tatapan kosong Thomas,,sudah hampir dua bulan menghiasi rumah keluarga Thomas,,kadang-kadang suatu hari ia berbicara sendiri,,nampak ingin menjelaskan sesuatu,tapi orang-orang dalam rumah itu tak ada yang mengerti apa yang ia ingin katakan…
Thomas memutar wajahnya,matanya mencoba melihat,mengurutkan tanggal-tanggal di kalender yang tertempel,,Sebentar lagi,,sebentar lagi,,Thomas menyadari sesuatu,,
DI RUMAH DIANA….
Lelaki dengan kulit bersih mondar-mandir melihat segala persiapan yang akan di butuhkan,,
“Kalau bisa besok sudah selesai ya pak,soalnya minggu depan acaranya”, nada rendah, pelan, bersahaja, begitu gaya bicaranya, walaupun lawan bicaranya adalah tukang cat pagar.Baju koko putih itu lebih menambah kearifan wajahnya,,mungkin banyak gadis matang yang mendambakannya menjadi suaminya,,suami yang shaleh…
            Ialah calon suami Diana yang di jodohkan orang tuanya,,Yusuf..ia sangat setuju dan bahagia dengan perjodohan ini walaupun perkenalan dengan Diana masih lumayan singkat,tapi memang itulah keyakinannya,dengan ajaran agama yang begitu kuat di dalam hatinya,ia percaya bahwa cinta akan tumbuh dengan sendirinya setelah pernikahan,seperti yang di tauladankan oleh nabinya,,Muhammad SAW.
            Yusuf juga hanya menuruti keputusan orang tuanya,,salahkah jika ia meminta ibunya memilihkan pendamping hidup untuknya? menurutnya tidak,bahkan yang Ia yakini,rumah tangganya nanti akan selalu bahagia,karena restu murni ibunya…tapi bagaimanakah dengan Diana?, setujukah dan bahagiakah Diana? hanya di dalam hatinya,jawaban itu,,dan apakah Yusuf terlihat sebagai seorang yang jahat,yang telah mengambil kekasih orang??,, Dia sama sekali tak mengetahui hal itu..
Beberapa saat kemudian, Yusuf berjalan lagi,,ia mencari calon istrinya,,Diana Dewi,dengan membawa sebuah kotak berbungkus kertas warna-warni,sangat biasa jika pasangan yang akan melangsungkan pernikahan mendapat bungkusan seperti itu.
“Dik,,” Ia memanggil Diana,yang sedang berjalan membawa kain hijau panjang di lengannya.
“Iya mas”,Diana menyahut,,dan menhampiri calon suaminya,,dengan kerudung putih yang terbalut di kepalanya,Yusuf telah mengubah Diana nampak menjadi wanita yang shalihah,,Diana tersenyum kepada yusuf,, betapa bercahayanya wajah Diana dengan kerudung itu,”ada apa mas?”..
“Kamu mau kemana Dik?”
“Ke kamar,,menjahit sanggul ini untuk ibu”
“Kebetulan,,,tolong,ini bawa hadiah kado ini ke kamar”
“Dari siapa mas?”Diana ingin tahu..
“Dari Indah,,siapa indah?” sambil menyerahkan kotak itu,,
Mendengar nama Indah,,raut muka Diana mulai meredup,,”Ia teman SMA ku Mas”,,
jangan-jangan,,.Diana tak mau menebak-nebak lagi.,setelah menerima kado itu ia segera ke kamarnya..
            Sesampainya di kamar,Diana segera membuka bungkusan itu,,surat lagi?,mungkin kah ini??










Folded Corner: Benar Diana..ini isi hatiku lagi..
Mungkin esok,atau beberapa hari lagi,kau akan menjadi seorang pangantin yang cantik..
Dengan siapa aku jg tak tahu,,yang aku tahu,,tak memilikimu adalah yang terpahit,kehilanganmu membuatku begini.Waktu yang kita lewati itu..terlalu berat,untuk melupakannya,,
Diana…aku hanya ingin memberikanmu dan mnjadikanmu yang terbaik,,tapi semua sirna.Tuhanku dan orang tuamu sngguh kejam Diana, Aku tak tahu bagaimana menjelaskan lagi,,
Terimalah ini,,sebagai ingatan bahwa aku selalu mencintaimu,di kesendirian...
Tersenyumlah jika harimu yang indah itu telah datang,,,disuatu tempat aku akan melihatnya,, BERBAHAGIALAH,,DENGANNYA…
















            Diana mulai bersedih,tulisan tanpa nama itu benar-benar membuatnya tersakiti,,dia tahu benar siapa yang mengirimkannya,Thomas benar-benar tak bisa melupakannya.
 Diana menemukan sebuah kotak merah kecil di balik kertas itu,,ia mengambilnya, lalu membukanya,,,Diana kaget,,sepasang cincin berkilauan,bersandingan mesra,begitu miris untuk hati lembut sesorang wanita yang cintanya harus terbantahkan…air matanya mengalir lagi…Thomas,,aku lelah menangis,,sudahilah ini…kumohon Thomas….
Diana mulai meredup ,,seakan ada alunan lagu yang menyayatnya,sepanjang alunan itu,,dan akhirnya,,,gelap..

hingga saatnya tiba hari ini…
26 Desember 2004.Semarang, JAWA TENGAH.
Matahari yang yang tak berjejak, membuat manusia sering lupa akan waktu yang tak berhenti berputar,,hanya manusia-manusia yang menghargai setiap keringatnya,yang mensyukuri nikmatNYA, yang tak lalai akan itu.Di suatu hari yang gelap dan dingin,,,terang dan hangat di suatu hari yang lain,sebenarnya telah membuktikan bahwa ada kekuatan yang besar mengatur semua itu,,bunga yang mekar nan indah dan harum,,tak berapa lama sudah terlihat busuk,terjatuh di tanah,, alam telah menerangkan bahwa tak ada keabadian di dunia ini,,,,
Apakah Thomas menyadari itu semua?,,Tidak,,,sampai hari ini. Luka yang menganga di hatinya, lebih ia rasakan dan hayati dari apapun,,kehilangan Diana,kaki kanannya, karir keprajuritannya, kehidupannya,semua itu mengubur Thomas begitu dalam hingga tak ada seorangpun yang mampu membuatnya bangkit. Hanya seseorang yang yang dulu mampu memberikan sedikit cahaya untuk Thomas,yaitu abangnya,, Daniel.Tetapi enam bulan sejak Thomas mulai mengurung dirinya lagi, Daniel belum mengunjungi Thomas, Daniel masih bertugas di Nangrroe Aceh Darussalam,sampai GAM secara resmi menandatangani nota kesepakatan damai dengan pemerintah Indonesia yang sedang  diusahakan beberapa pihak,,Tuhan, seandainya kakiku masih ada pasti aku masih berjuang untuk negaraku,,dan tak kehilangan Diana..itulah yang sedang Thomas dengarkan dari hatinya saat ini,,dan suara  itu berulang-ulang.Selalu menyalahkan Tuhan..
Mungkin benar, jika saja kaki Thomas tak diamputasi,dan ia masih seperti dulu, pasti ia juga ikut abangnya sekarang, waktu itu Thomas adalah seorang komandan batalyon,ia pasti masih memimpin anggota-anggotanya yang di Aceh sampai saat ini,,
Dan inilah dimulainya penjelasan Tuhan, Thomas yang duduk di kursi rodanya menoleh melihat jam dinding, jarum menggambarkan pas pukul 7:58:53 WIB.Tidak ada yang bisa merubah Thomas sampai saat ini,dirumahnya semua seperti biasanya,kebisuannya,,aktivitas ibunya,,pemandangan yang cerah,seperti pagi-pagi sebelumnya,tapi apakah ia tahu yang terjadi di tempat lain..ia tidak tahu,mungkin sama dengan disini, hingga keadaan itu membuatnya muak,ia memutuskan untuk beranjak ke kamarnya,lebih baik mengenang keindahan,dan kebahagiaan saat bersama Diana,,sampai berapa lama kemudian ia tertidur,,
Dan waktu berselang,,samar-samar ia mendengar suara gaduh yang cukup untuk membangukannya dari mimpinya,,ia lebih mempertajam telinganya,,suara siapa itu?
Tiba-tiba….
“Tok,,tok,,tok,,,Nak,,”Ibu Thomas berteriak,memanggil dengan tergesa-gesa,
“Tok..tok,,Nak..cepat keluar nak,,lihalah berita ini,,”
“Berita apa  ibu?”Thomas bersuara,tapi sangat datar,
“Sudahlah cepat keluar”..nada memaksa.
Mendengar ibunya yang berteriak-teriak membuat Thomas sedikit berpikir,,Berita apa sebenarnya,,mungkinkah tentang Diana?,Ia naik dikursi rodanya dan bergegas keluar kamarnya,,sesampainya di ruang tamu,ia mendapati ibu bapaknya sedang menonton televisi,,ibunya menoleh kepadanya..
“Lihatlah Nak,,”,sambil menunjuk-nunjuk televisi berukuran cukup besar diruang tamu keluarga itu,, Ibunya nampak mengkhawatirkan sesuatu,dengan gambar yang jelas,Thomas melihat sesuatu yang mengerikan di layarnya,,,Sebenarnya apa ini? Ini bukan tentang Diana ,,lalu tentang apa?,Thomas yang baru saja terbangun dari tidur,otaknya belum terlalu dapat mencerna dengan baik, apa yang ia lihat dan apa yang ia dengar dari kata-kata ibunya.untuk sesaat ia bingung,,lalu Thomas  mencoba mendekat,,mulai berkosentrasi mendengar perkataan dari penyiar berita di televisi itu,dan beberapa detik kemudian,,apa  yang ia ketahui,,sungguh memilukan hatinya…
Tepat disiang hari,semua berita televisi mengabarkan berita mengejutkan, dan itu kejadian yang baru saja,,kejadian yang amat besar…
Pukul 7:58:53 tadi pagi,,tepat saat Thomas melihat jam dinding,,Gempa dahsyat berkekuatan 9,3 skala richter,telah memporak-porandakan tempat yang indah,kota Islami,,Nanggroe Aceh Darussalam,,semua nampak runtuh,bangunan yang di banggakan-banggakan manusia akan kekuatanya tak bertahan sama sekali,,yang bertahan adalah ketakutan di mana-mana,,Thomas terus memperhatikan berita itu,,menajamkan matanya pada gambar-gambar itu,,Ia tercengang tatkala mendengar ucapan penyiar berita selanjutnya…
“Gempa itu hanya awal,,dan lalu…”
Gempa yang terjadi di samudra hindia,160 km  lepas pantai barat Aceh di kedalaman 10 km,mengakibatkan,
“….Tsunami menyapu Serambi Mekkah, semua rata dengan tanah, ribuan nyawa melayang”.
            Mendengar itu,pikiran Thomas langsung menuju sebuah nama..Daniel.Abang…bagaimana abang,dan teman-temanku?,,kepada siapakah Thomas menanyakan itu,,hanya hatinya tempatnya bertanya sekarang. Sampai saat ini GAM, belum menandatangi perjanjian damai,itu berartiDaniel dan teman-temannya  masih di Aceh,apakah mereka semua  menjadi korban Tsunami?.. Thomas mulai bergetar hatinya,berdetak-detak mencemaskan keadaan seseorang yang selama ini menjadi kakak baginya, Thomas tak dapat memungkiri.
            Thomas terus bertahan mendengarkan berita,,semua stasiun televisi juga mengabarkan berita yang sama,,dan dari kesemuanya itu,tak ada satupun yang mengatakan,ini hanya sebuah bencana alam yang kecil, bencana ini adalah bencana terdahsyat selama kurun waktu 40 tahun terakhir, jumlah korbanpun sudah mencapai ribuan,dan ribuan hanyalah sementara…tak ada yang pasti di dunia ini,selain yang menghendaki tsunami itu sendiri..
            Beberapa hari selanjutnya,stasiun berita saling bergantian melaporkan perkembangan tentang tsunami di aceh, Thomas selalu mengikutinya,sambil berharap-harap cemas menanti kabar dari batalyon KODAM DIPONEGORO Semarang yang bertugas di Aceh.Ia menatap lebih tajam televisinya,,
            “Anaku….anaku…”, Suara itu sungguh mengagetkan Thomas,bapaknya berlari dari luar rumah lansung memeluk Thomas dengan mata berkaca-kaca,,dan menciumi Thomas,,
“Ada apa Pak?”,Thomas kebingungan ,,”Ada apa bapak?,istigfar pak,,ada apa?”,ibunya pun turut menghampiri Thomas dan ingin mengetahui,,Apa yang sebenarnya terjadi pada Bapak?....
“KODAM memgumumkan lima puluh anggota yang di tugaskan di aceh,,empat puluh satu dinyatakan tewas,dan sembilan belum diketemukan”,,
“Inalilahi wainna ilaihi roji,un”,,Thomas kaget bukan kepalang,seakan darahnya semua menuju otaknya,,,Ia menangis sehebat-hebatnya,ibunya,bapaknya,,dan semuanya.Tangisan itu dari dan sangat mendalam,entah itu sebuah ungkapan  kesedihan atau sekedar ucapan rasa syukur kepada Tuhan,,betapa tidak,,jika dan hanya jika Thomas tidak dipulangkan karena kehilangan kaki kanannya,maka hari ini pun ia pasti bersama teman-temannya yang empat puluh satu,terbujur kaku,tergulung ombak,,atau bersama temannya yang sembilan yang belum ditemukan.Memang mereka semua ditempatkan di Banda aceh,daerah terparah yang terkena tsunami dan memang semuanya tetap wewenang Alloh SWT..Thomas memeluk ibu bapaknya,,ia ketakutan,,,
  “Percayalah suatu saat nanti TUHAN akan menerangkan arti dari semua cobaan ini untukmu, dengan caraNYA sendiri.”
Kata-kata ini,menghantui hati,,,tergambar wajah bersinar Abangnya yang mengucapkannya,,Thomas terus menangis,,menangis,,dan menyesali.
 Sekian hari yang berjalan,,tak ada kabar dari sembilan anggota yang belum tertemukan, semakin hari,semakin ia hidup,,semakin ia menyadari,,bahwa penjelasan Tuhan in begitu bermakna,,Sekarang semua yang hilang darinya,,,kaki kanan,Diana,karir,semuanya lebih murah darinya nyawanya sendiri,,ia mencoba ikhlaskan sedikit-demi sedikit,,seikhlas ia terbangun di sebuah pertengahan malam yang dingin untuk sekedar memanjatkan Doa-doa di hatinya…
“Ya Alloh,Engkau menghidupkanku,,Maafkan hambamu yang hina ini,,Engkau Dzat yang Maha Menjelaskan di setiap urusan, aku menyadari,Engkau sangat menyayagiku lewat ujianmu,, ,Ampunilah aku ya Rabbi,Manusia  yang berdosa kepadaMU…”
            Tangan yang kekar itu gemetar meminta,,di tempat sujudnya…
Bukan hanya cukup sampai disitu,,perasaan kehilangan juga menyayatnya,ketika Thomas menghadiri pemakaman temannya,,ketika melihat sepasang orang tua berteriak-teriak memanggil nama anaknya yang mulai tertimbun tanah…Jika itu adalah aku,jika itu adalah orang tuaku… ia meneteskan air mata.
Semuanya telah berlalu,, Thomas sudah benar-benar hidup,,kehidupannya telah kembali,,Ia telah menerima pesan Tuhan,,Ombak air laut setinggi tiga puluh  meter yang menenggelamkan dua ratus tiga puluh ribu nyanwa di delapan negara,termasuk nyawa dan jasad abangnya, adalah menjadi bukti yang kuat untuk Thomas mensyukuri hidupnya.Ia hanya kehilangan sedikit,daripada Abangnya. Daniel telah kehilangan semuanya,bahkan jasadnya pun telah hilang..Begitu miris,seseorang yang pernah menyelamatkan nyawa Thomas,yang selalu memaknai hidup Thomas,harus menjadi alat Tuhan untuk mengembalikan kehidupan Thomas,,,dan Thomas tak pernah bisa mengucapkan terimakasih kepada Abangnya sampai kapanpun..,walaupun hanya di depan jasadnya. Tim evakuasi tak menemukan jasad Daniel.Hanya doa Thomas,,selalu tulus untuk penerang jalan Kapten Daniel di alam yang lain..

            Semuanya itu juga telah membuat Thomas merenung dan merenung,,,
10 Januari 2005.Pukul 00.30 wib.
            Sebuah kertas yang baru saja di tulis tangan tergeletak di atas tempat tidur yang rapi…
Folded Corner: Bapak,ibu…Maafkan anakmu..
Kalian adalah orang yang paling aku miliki..yang selalu mengatakan “kembalilah hidup Nak”..aku selalu mendengar itu..
Dan sekarang, aku sudah hidup kembali..tapi aku tetap saja akan membuatmu sedih..maafkan anakmu yang tak berbakti ini,,tapi percayalah,aku melakukan ini,benar-benar untuk mencari kehidupanku yang lebih indah..jangan khawatirkan aku,jika tak ada kabar kematianku yang datang,,atau kalian merasa aku masih hidup,,berarti saat itu aku benar-benar masih hidup..
Adik-adiku….
Kakak sudah tak bisa melindungi kalian sekuat yang dulu..kakak ingin berlatih lagi…jaga dirimu sendiri untuk sesaat..jaga juga bapak dan ibu..
Keluargaku….
Suatu saat aku akan pulang,karena hanya inilah rumahku…

          THOMAS 


















Sedangkan disuatu tempat…
Malam yang pekat, kabut dingin selalu bergerak menghindari cahaya bulan purnama yang terang..awan dan bintang dilangit seperti lukisan yang indah..Thomas menikmatinya,di bawah pohon kecil,telinganya terhibur suara nyanyian binatang malam,,dan matanya,terpesona oleh air yang luas dan sangat tenang…Aku harus mencari makna dikehidupanku mendatang,,untuk menggantikan kehidupanku yang sia-sia akhir-akhir ini..
Ketika Matahari terbit…
            Thomas sudah hilang……


Sedikit cerita yang berhasil terangkum dari Letnan Kolonel Thomas Abdi Susanto.
Sampai sekarang keluarganya belum berhasil menemukan Thomas,ketika daya mereka tak bisa di paksakan lagi,Menunggu adalah yang hal terbaik dan menyakitkan...
Perhatikanlah..jika Thomas mungkin hidup disamping kalian..dan kalian tidak menyadari itu.
Doakan untuk kebaikan diantara semuanya.